Harga Pupuk Meroket Hingga 120%, Petani Khawatir Terhadap Produknya

pertain melon desa kaliamok kecamatan malinau utara.jpeg
pertain melon desa kaliamok kecamatan malinau utara.jpeg

KBRN, Malinau : Harga pupuk non subsidi dipenghujung tahun rata-rata mengalami kenaikan hingga 120%, petani di Kaupaten Malinau harapkan ada solusi dari Pemerintah Daerah. Pupuk berkontribusi besar pada bidang pertanian yang presentasinya mencapai 50% lebih, hal cukup mendasar ini malah kini menjadi batu sandungan besar bagi setiap petani di Kabupaten Malinau. Kasianti salah satu warga Malinau yang sdh puluhan tahun berkecimpung didunia pertanian ini saat ditemui RRI baru-baru ini mengeluhkan kesulitannya yang disebabkan adanya kenaikan harga pupuk," naiknya harga pupuk ini membuat kami khawatir terhadap hasil produksi kami sebagai petani, karena harga di Malinau ini sudah terbilang tinggi untuk sayur dan buah-buahan, jadi sudah tidak mungkin jika harga jual nya kami naikan lagi."

Daya serap hasil produksi pertanian di Kabupaten Malinau ini diakuinya tidak terlalu baik, jadi masalah hal pertanian yang tersisa dan berakhir ditempat sampah ini sudah merupakan hal yang biasa. Diharapkan pemerintah bisa membantu terhadap para kelangsungan produktivitas pertanian khususnya untuk pertanian sayur dan buah-buahan dengan cara tata kelola harga pupuk non subsidi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar