Belum Ada Kadar Eskpor, Harga Rumput Laut Dijual Bebas

KBRN, Kaltara : Belum ditetapkannya kadar kering ekspor rumput laut di Kabupaten Nunukan membuat petani dengan bebas menjual hasil produksi rumput lautnya. 

Ketua Asosiasi Rumput Laut Mamolo Nunukan Kamaruddin mengaku belum ditetapkannya kadar ekspor mempengaruhi harga pasar. Meskipun saat ini harga rumput laut di Nunukan sudah tembus Rp23 ribu per kilogram. 

“Selama ini, kadarnya masih jauh dari kadar ekspor. Kami rata-rata kadarnya hanya 30-40 persen. Bahkan ada 40-50 persen. Kalau yang ini, bisa dibilang masih basah. Karena, semakin kecil persennya, semakin kering barang,” katanya, belum lama ini. 

Padahal, apabila mengikuti kadar ekspor, maka standarnya 35-38 persen. “Makanya, walaupun sudah kami kirim, mereka olah lagi. Kami harap dengan penetapan kadar, maka tidak lagi diolah, langsung ekspor. Kalau perlu dari Nunukan langsung ekspor, tidak singgah di Makassar maupun Surabaya. Inilah yang mempengaruhi harga,” jelasnya. 

“Penetapan kadar tersebut sudah direspons dan masih tahap kepengurusan.  Mudah-mudahan bisa segera keluar. Kalau sudah terbit, maka tidak ada lagi yang menyalahi aturan. Petani juga lebih tertib mematuhi kadar rumput lautnya,” imbuhnya. 

Meski kadar ekspor 35-38 persen, namun penetapan kadar itu diusulkan hanya 37-38 persen. Itu sudah paling minim. “Artinya, sudah bisa ekspor. Kami tinggal menunggu saja. Kami berharap regulasi ini bisa dipercepat, bagaimana pun caranya,” kata Mamolo. 

Ia menyampaikan apabila ada penetapan kadar, maka pengawasan rumput laut akan lebih ketat. Sebab, berbagai instansi pemerintah, baik perikanan, perdagangan, karantina dan sebagainya akan terlibat. 

“Mekanismenya kemungkinan sebelum didrop atau kirim, akan diperiksa dulu di gudang masing-masing. Sesuai standar atau tidak. Kalau sesuai berarti sudah bisa logging, kalau tidak, ya ditahan dulu,” tuturnya. (kk/sti)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar