Pemprov Kaltara Target Swasembada Benih Padi

KBRN, Kaltara : Sebelum mewujudkan swasembada padi, Pemprov Kaltara menargetkan adanya petani pembibitan benih padi. 

“Kami targetkan swasembada benih dulu, karena harus berurutan, tidak bisa menanam padi kalau tidak ada benihnya,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara, Heri Rudiono, belum lama ini. 

Jika benih sudah tersedia, petani bisa menanam padi kapan saja. Tetapi kalau benihnya belum tersedia petani tidak akan bisa bercocok tanam. 

Sementara jika mendatangkan bibit dari luar Kaltara, tidak efektif karena akan terlambat waktu, uji adaptasi untuk menghasilkan berapa ton dan lain sebagainya. 

“Tahun ini kita mulai bagi benih untuk mendorong supaya swasembada benih dalam dua tahun ke depan. Target ini harus kita keroyok ramai-ramai supaya bisa mencapai titik yang diinginkan,” jelasnya. 

Pelatihan kepada petani yang menghasilkan benih juga dilakukan. Tujuannya agar petani bisa menghasilkan bibit padi yang bagus. “Dipilih varietas yang produksinya tinggi tetapi umurnya pendek,” bebernya. 

Petani penangkaran benih, harus mulai menanam sebelum musim tanam besar dimulai, atau penangkar menanam padi empat bulan lebih maju. 

“Kalau kita tanam secara bersamaan, nanti tidak akan tersedia lagi bibit padi yang berkualitas. Sehingga dalam menanam bibit padi ini ada pengaturan mulai waktu tanam hingga masa panen benih,” tuturnya. 

Di Kaltara sudah ada penangkaran sendiri. Benih padi akan mendapatkan sertifikat dan harganya akan lebih mahal. Untuk benih dengan label kuning menunjukkan penjenisan, bibit padi dengan label putih untuk benih dasar, label ungu  untuk benih pokok lokal dan benih sebar diberi label biru. 

“Penangkaran di Kaltara sebenarnya sudah ada, tetapi kita tata kembali. Kalau dengan pola haston kebutuhan benih per hektare 60 kilogram, kalau luas tanah 10 ribu hektare berarti sekitar 600 ton untuk benih saja. Makanya kita perlu penangkaran benih padi,” sebutnya. (kk/sti)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar