Peringati HUT KKP Ke-22, Dilakukan dengan Penanaman 2000 Bibit Mangrove

KBRN, TARAKAN : Peringatan HUT Kementerian Perikanan ke-22 di Tarakan Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tarakan menginisiasi penanaman 2000 bibit pohon Mangrove di sekitar Sport center, Kecamatan Tarakan Timur.

Walikota Tarakan, dr. Khairul M.Kes mengungkapkan, HUT KKP ke-22 bertema "Ekonomi Biru Untuk Indonesia Maju" merupakan tema cukup tepat, karena hasil produksi perikanan mulai menurun. Hal ini disebabkan habitatnya terganggu seperti banyak hutan mangrove yang rusak membuat organisme seperti plankton berkurang. 

"Kebanyakan lahan tambak di Kaltara di kelolah secara alamiah tanpa pakan, semuanya tergantung pada mikro plankton.

Oleh karena itu harus ada upaya kita untuk melakukan rehabilitasi dan revitalisasi habitat dari pada sumber daya perikanan, dengan harapan hasilnya dapat di rasakan generasi selanjutnya," ungkap Walikota.

Menurutnya, apabila kerusakan habitat ini dibiarkan, lama- Kelamaan Tarakan hanya menjadi pengimpor udang atau kepiting, yang selama ini sebagai pengekspor hasil perikanan terbesar. 

"Sehingga ini harus kita jaga sama-sama. Bagaimana supaya pendapatan petani petambak agar tetap hidup, ya harus di barengi dengan hatchery atau budidaya. jadi di samping di kelola alam juga ada budidaya, sehingga tidak ada di rugikan. Nelayan dan petambak kita tetap hidup, lingkungan bisa di jaga, dan sustainabilitas alam terus berlanjut agar bisa di nikmati anak cucu kita," urainya.

Sementara itu, Kepala PSDKP Tarakan Akhmadon menambahkan, rehabilitasi Kerusakan lingkungan tidak harus menunggu parah. Bagaimana luasan mangrove di Indonesia ini paling besar di Provinsi Kaltara khususnya kota Tarakan. Sehingga seluruh kementerian dan lembaga sangat konsen. 

"KKP ikut mengawasi mangrove, agar keseimbangan lingkungan dan ekologi tetap terjaga. Mangrove merupakan tempat hidup kepiting, dimana kita ketahui sumber daya kepiting di Tarakan sangat besar sekali," ucapnya.

Pengawasan selama ini, kata Akhmadon, juha sangat konsen, namun tidak bisa di bebankan ke satu lembaga saja. Semua pihak harus ikut menjaga keseimbangan ini.

"Penanaman bibit mangrove ini sebanyak 2000 batang. Kegiatan ini dilakukan juga secara serentak terpusat di Bangka Belitung di pimpin oleh Menteri KKP. Kita tak bisa pungkiri bahwa masih banyak masyarakat merambah mangrove untuk membuka lahan perikanan baru. Seharusnya ink dikendalikan, sebab penebangan pohon magrove tidak dilakukan sembarangan. Secara teknis ada jarak dari bibir pantai yang boleh di tebang. Hal ini dimaksud untuk mencegah abrasi," demikian Akhmadon. (Crz)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00