Validasi Izin Fungsi Lab PCR, Malinau Butuh 20 Sampel Positif

Bupati Malinau, Wempi W Mawa SE.jpg

KBRN – Malinau : Sedikitnya 20 sampel kasus konfirmasi positif Covid-19 untuk validasi izin uji fungsi laboratorium PCR yang ada di RSUD Malinau diusahakan didapatkan Satgas Penanganan Covid-19 Malinau. Hal ini dalam upaya memenuhi pelaksanaan uji alat PCR tersebut terhadap sampel yang akan diperiksa.

“Salah satu solusinya untuk memastikan mendapatkan sampel berkisar 20 kasus konfirmasi positif, kita meminta bantuan daerah lain seperti KTT dan Bulungan,” terang Bupati Malinau Wempi W Mawa, beberapa hari lalu.

Menurut Wempi W Mawa, selama ini pihak RSUD Malinau menerima rujukan pasien dari luar. Karena itu, untuk membantu sesuai kebutuhan maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab KTT maupun Pemkab Bulungan.

“Kita sudah menyarankan Kepala Dinas Kesehatan Malinau agar segera berkoordinasi dan membantu dalam semua aspek pemenuhan fungsi laboratorium PCR itu,” ungkapnya.

Terkait dengan hal tersebut, Kepala Dinkes Pengendalian penduduk dan keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Malinau dr. John Felix Rindupadang membenarkannya. Yakni, memperoleh izin operasionalnya, maka harus mendapatkan minimal 20 kasus positif.

“Tapi kita tidak mendoakan kalau ada kasus lagi di Malinau ini. Sesuai arahan Pak bupati, kami disarankan  ke KTT dan Bulungan,” tuturnya.

John Felix juga mengungkapkan, sebenarnya masih ada beberapa kasus di KTT dan Bulungan yang bisa melakukan pemeriksaan PCR di RSUD Malinau. “Hal ini, setidaknya bisa membantu untuk surat validasi laboratorium PCR ini,” tegas dia.

Terlebih, sambung John Felix, pihaknya sudah dihubungi maskapai Lion Air Grup atau Wings Air yang ingin masuk ke Malinau. Sehingga saat ini masih menunggu laboratorium PCR berfungsi secara maksimal.

Apabila laboratorium PCR itu bisa berfungsi, maka dapat membantu pergerakan ekonomi di wilayah Malinau. “Dengan masuknya maskapai Wings Air dan didukung perangkat laboratorium PCR,  tentu saja dapat mendukung perekonomian Malinau,” tukasnya. (***)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00