Perbup Milenial Mandiri Hasil Inovasi Faridan, Peserta PKN II

Faridan, kandidat PKN 1 angkatan 2021.jpg
Penetapan Peraturan Bupati Malinau tentang generasi Milenial mandiri Malinau .jpg

KBRN – Malinau : Media pembelajaran, dijadikan sebagai salah satu sarana semakasimal mungkin untuk menggali potensi dirinya sendiri sesuai potensi di sekitarnya. Salah satunaya seperti yang dilakukan Faridan, Peserta Pelatihan kepemimpinan Nasional (PKN) II, angkatan XXI tahun 2021. Faridan Bartho berhasil menyelesaikan project perubahan dengan melahirkan inovasi yang dituangkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) tentang pemberdayaan generasi milenial Mandiri Malinau dan launching sentra pelayanan milenial mandiri dalam waktu yang singkat.

Penetapan Perbup tesebut langsung dihadiri Bupati Malinau Wempi W Mawa, Wakil Bupati Jakaria dan Sekretaris Daerah Dr. Ernest Silvanus beserta OPD terkait, di sekretariat LP3MD, Kamis (21/10) lalu. 

Sebagai peserta PKN II dari Kabupaten Malinau, Faridan menjelaskan dirinya tak menyangka dalam waktu dua bulan lebih mampu menyelesaikan tugas proyek perubahan atau inovasi yang diberikan. "Saya tak menyangka, projek perubahan yang awalnya ditargetkan menjadi project jangka panjang ini, menjadi gagasan langsung singkat dan jangka pendek saja," terang Faridan kepada RRI. 

Menurut mantan Camat Malinau Barat ini, inovasi atau gagasan ini langsung mendapatkan dukungan yang awalnya di lingkup jajaran pemerintah Kabupaten Malinau. "Sebenarnya dukungannya hanya dilingkungan Malinau saja, mulai dari Pak Bupati, sekda, ketua dprd dan beberapa opd teknis saja," ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (dispora) Kabupaten Malinau ini. 

Dirinya juga tidak mengira, inovasi dari project perubahan mendapatkan dukungan dari pemerintahan provinsi Kaltara. Bahkan, mendapatkan suport langsung dari deputi kewirausahaan Kementerian Pemuda Olahraga. "Ternyata produk Perbup tentang milineal mandiri dan sentra pelayanan mandiri ini mendapatkan dukungan dalam jangka yang pendek," tuturnya. 

Dia berpikir saat menjalani pelatihan pimpinan II pelatihan PKN 11 yang digelar Lembaga Aparatur Negara (LAN) Samarinda ini, produk yang dicetuskannya dapat terlaksanakan dalam waktu yang panjang.  Namun rancangan project perubahan disambut langsung jajaran pimpinan daerah. Begitu saat melakukan sosialisasi rancangan project perubahan ini ke kepala daerah, ternyata direspon bupati, sekda hingga wakil gubernur Kaltara. “Hasilnya, sudah ditetapkan  menjadi Perbup tentang milenial mandiri Malinau," jelas Faridan. 

Ditetapkannya Perbup tentang generasi milnnial mandiri ini, kata Faridan diharapkan memberikan kesempatan bagi pemuda Malinau untuk mendapatkan pendampingan dan pembimbingan. Khususnya terkait masalah skil dan keterampilan yang dimilikinya. "Artinya Perbup dan sentra pelayanan milineal mandiri ini peluang bagi generasi muda Malinau untuk menggali bakat dan potensinya sesuai dengan persoalan yang ada di malinau," ungkap Faridan. 

Sebagai kandidat PKN II, Faridan menilai generasi muda masih cenderung berpatokan atau melirik pekerjaan sebagai tenaga honorer, PNS atau pun bekerja di perusahaan. Padahal, jika melihat dari kondisi yang ada saat ini maka generasi muda harus memiliki skil dan keterampilan. “Yakni harus sebagai berusaha menciptakan lapangan kerja baru yang dapat membuka peluang usaha dan pekerjaan," imbunya. 

Adanya proyek perusahaan yang dibuatnya dalam bentuk Perbup dan sentra pelayanan ini, diharapkan Faridan menjadi satu wadah bagi generasi muda dalam berwirausaha. "Contohnya, seperti pelatihan service AC, menjahit, babershop dan service handphone yang sudah dilakukan pelatihan pada program 100 hari kerja bupati," tutur dia. 

Faridan berharap dengan diresmikan sentra pelayanan milineal Mandiri dan penetapan perbup dapat lebih aktif ke depannya. Pengelola sentra pelayanan ini juga bisa memberikan laporan perkembangan dan permasalahan dalam pelatihan dan bimbingan kepada anak anak muda yang butuh sesuai skil dan keterampilannya setiap bulannya.

Faridan juga mengklaim bahwa inovasi dan gagasan ini menjadi yang pertama di Malinau dengan membuat peraturan bupati dan sentra pelayanan milenial Mandiri. "Menurut saya di daerah lain sepertinya belum ada konsep ini. Jadi produk ini nantinya juga difungsikan di dinas saya pimpin yang akan disinkronkan dengan OPD teknis seperti disnaker dan lain-lainnya," sebutnya mengakhiri. (***)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00