Aksi Heroik Petugas Damkar, dari Lepas Cincin hingga Tangkap Ular

Sumber Foto : Dokumentasi Damkar Malinau.jpg
Sumber Foto : Dokumentasi Damkar Malinau.jpg
Sumber Foto : Dokumentasi Damkar Malinau.jpg
Sumber Foto : Dokumentasi Damkar Malinau.jpg

KBRN, Malinau : Jika umumnya masyarakat hanya familiar dengan tanggung jawab petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) sebatas pada penanganan bencana kebakaran, namun kepercayaan masyarakat pada Damkar kini dinilai meningkat jika tolak ukurnya adalah peningkatan permintaan penanganan kejadian atau penyelamatan (rescue) oleh masyarakat terhadap Damkar.

Dalam pekan ini saja, berdasarkan data Damkar Malinau yang kini masih satu atap dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) telah menangani beberapa kejadian, misalnya membantu bocah cilik asal Sembuak Warot Kecamatan Malinau Utara dengan cincin aluminium terjebak pada jari telunjuknya pada Selasa (19/10). Bantuan diberikan setelah adanya laporan dari warga karena sudah sekitar dua jam bocah tersebut kesakitan dengan tangan yang membengkak dan terluka akibat tidak bisa melepaskan cincin dari jarinya. Proses bantuan pun dilakukan secara profesional oleh petugas dengan peralatan khusus yang dimiliki Bidang Damkar.

Masih di hari yang sama, Bidang Damkar juga menangani kekeliruan teknik penebangan pohon dengan ukuran relativ besar di RT 20 Desa Malinau Kota, sehingga beresiko menimpa rumah warga sekitar. Warga yang kewalahan menahan pohon dengan tali pengait setelah ditebang agar tidak jatuh menimpa rumah warga, akhirnya menghubungi Bidang Damkar setelah beberapa lama terjebak dalam posisi bertahan. Penebangan dilakukan atas dasar keresahan warga sebab pohon tersebut dinilai cukup tinggi dan berumur, berada di tengah-tengah kabel listrik, perumahan, dan jalan raya. Cukup beresiko jika tidak ditangani lebih cepat karena berpotensi tumbang saat hujan disertai angin kencang.

Kemudian pada Rabu (20/10) siang, Bidang Damkar menerima laporan adanya temuan ular (Black Cobra) di rumah warga sekitar jalan Raja Pandita. Menurut Kasi Pelatihan dan Pemberdayaan Satpol-PP dan Damkar Malinau Alfius PB, SE, M.Si, yang dikonfirmasi pada Kamis pagi, ini bukan kali pertama pihaknya mengevakuasi ular di rumah warga. Pihaknya mengaku paling sering dimintai perbantuan evakuasi ular, umumnya pada musim-musim kawin ular atau di musim hujan.

“Setiap tahun belajar dari pengalaman yang kita tangani, kita lebih profesional dan kepercayaan masyarakat juga… percaya lah sama kita, pokoknya kalau ada cincin… damkar, kalau ada pohon tumbang… damkar karena kita juga banyak-banyak sosialisasi, kita banyak menyampaikan nomor telepon kita lewat media sosial sehingga gampang dihubungi, intinya kalau ular, pohon tumbang dan lain-lain yang pelayanan perbantuan butuh cepat gitu emergensi kan, ular ini kan ndak bisa kita tunda, sama dengan kebakaran, jadi ketika dihubungi harus langsung cepat tiba di lokasi” Ujarnya pada Kamis (21/10).

Lebih jauh pihaknya juga menjelaskan tugas-tugas Damkar yang kurang umum bagi masyarakat, seperti menolong orang, hewan atau barang yang terjebak atau terjatuh di sumur, parit, sungai atau di dalam bangunan, selokan dan lain-lain. Evakuasi binatang berbahaya, binatang peliharaan atau binatang liar yg terjebak atau tidak pada tempatnya atau masuk pemukiman. Termasuk evakuasi kecelakan baik orang maupun kendaaran, dan masih banyak lagi yang sifatnya butuh pertolongan dan perbantuan emergency (darurat).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00