Masyarakat Harus Mendapatkan Perlindungan dalam Penggunaan Obat-obatan

Bimtek bagi petugas fasilitas kefarmasian di Kabupaten Malinau.jpg

KBRN - Malinau : Fungsi Info Kom Balai pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Loka Tarakan, Hani Dwi Kustanti menyatakan sesuai dengan regulasi baru Nomor 4 Tahun 2018 terkait Pengawasan Pengelolaan Obat, Bahan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi di Fasilitas Kefarmasian. Masyarakat harus mendapatkan perlindungan dalam penggunaan obat-obatan. 

"Masyarakat perlu dilindungi dari risiko obat, narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi yang tidak terjamin keamanan, khasiat dan mutu serta penyimpangan pengelolaan Obat, Bahan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi," terangnya usai melakukan bimbingan teknis kepada petugas pengelola fasilitas kefarmasian bagi di lingkungan pemerintah maupun swasta yang ada di Kabupaten Malinau.

Selain itu, sambung dia, untuk mencegah penyimpangan pengelolaan Obat, Bahan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi di fasilitas pelayanan kefarmasian perlu dilakukan pengawasan.

"Makanya diperlukan pengawasan dalam pelayananan kefarmasian. Tujuannya melindungi masyrkt agar tdk ada reskio dari mengkonsumsi obat itu," Ujar dia. 

Sekaligus, kata Dwi, mencegah terjadinya penyimpangan terhadap bahan-bahan tersebut. "Jadi harus dicegah," tegasnya. 

Untuk temuan, diakuinya dari segi pengawasan yang dilakukan selama masih dalam bentuk pengawasan. "Artinya belum. Ada kasus yang tingkatannya serius," tuturnya. 

Diakuinya, saat ini masih sebatas kesalahan pada pengadministrasian saja. "Penyimpangan administrasi saja. Untuk seperti mal praktik belum terindentifikasi atau ditemukan," terangnya. 

Dia juga menekankan kepada seluruh apatoker untuk terus melakukan pengelaan obat-obatan yang tidak merugikan masyarakat. "Yang kita tekankan pengelolaan obat-obatan dan pengadaannya. Jadi semua berlaku sama," tukasnya.(***)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00