Rekruitmen P3K Dinilai Belum Cukup Memberikan Solusi Bagi PTKHN 35+

KBRN, Malinau: DPRD Kaltara menggelar audiensi bersama Pendidik dan Tenaga Kependidikan Honorer Non-Kategori (PTKHNK) Usia 35 tahun keatas wilayah Kalimantan Utara di Tanjung Selor pada Rabu (22/09/21). Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) itu, PTKHNK 35 Plus yang diwakili Efendi Sumbung menyampaikan beberapa poin yang menjadi keinginan para PTKHNK 35+, diantaranya DPRD Kaltara diharapkan terus mengawal seleksi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K), kemudian afirmasi guru-guru 35+ dinaikan dari 15% menjadi 30%, selanjutnya beberapa formasi guru mata pelajaran yang tidak terakomodir dalam seleksi P3K, seperti guru Bahasa Inggris untuk SMA dan Guru Agama, harapannya supaya diadakan, baik untuk Pendidikan Menengah (Dikmen) maupun Pendidikan Dasar (Dikdas), termasuk perhatian khusus bagi guru usia 50 keatas.

“Kami yang 35+ ini sudah pengabdian lama, tapi ternyata bukan solusi yang diberikan, kemudian kalau bisa guru-guru usia 50 tahun keatas itu tidak perlu lagi dinilai, kalau memang itu untuk administrasi ya silahkan tes, tetapi bagaimana caranya pemerintah untuk melihat pengabdian mereka, seandainya di dalam ruangan ujian itu ada Kemendikbud yang hadir di dalam itu mereka yang pegang mouse, kemudian matanya sudah rabun dan tidak mampu, apakah mampu?”

Harapannya hal ini bisa disuarakan hingga ke tingkat pusat karena beberapa ketentuan yang ditetapkan Kemendikbudristek dalam rekruitmen P3K dinilai belum menjadi solusi yang cukup adil bagi PTKHNK 35+.

Dalam hal ini DPRD Kaltara berjanji akan memperjuangkan apa yang menjadi tuntutan PTKHNK 35+.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00