DPRD Yakin Raperda RPJMD 2021-2026 Bisa Disahkan Akhir September Ini

Sidang paripurna penyampaian nota pengantar Raperda RPJMD 2021-2026 di DPRD Malinau.jpg

KBRN – Malinau : Proses penetapan rancanangan peraturan daerah (Raperda) menjadi sebuah produk hukum atau Perda, ternyata masih membutuhkan proses panjang. Mulai dari membuat draf, melakukan konsultasi publik untuk mendapatkan masukan hingga pembahasan di internasl dewan.

Termasuk juga dilakukan pembahasan antara dewan dengan Pemkab Malinau dan kemudian dilakukan pengesahan oleh dewan jika tidak ada hal-hal yang prinsip dilakukan perubahan.

Wakil Ketua 1 DPRD Malinau, Bilung Ajang kepada RRI mengungkapkan, Dewan akan melakukan pembahasan bersama diinternal dewan terlebih dahulu.

Ini setelah dewan menerima nota pengantar Raperda tentang RPJMD Malinau tahun 2021-206 melalui rapat paripurna dewan pada Selasa, 22 September 2021 kemarin. “Tahapan selanjutnya, kita dibahas bersama antara tim dari eksekutif dan tim dari legislatif,” ungkap Bilung Ajang kepada RRI.

Bilung Ajang menegaskan, sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan dewan maka pembahasan Raperda RPJMD 2021-2026 tersebut dibahas selama dua hari berturut-turut.  Setelah itu, akan diagendakan untuk pembahasan bersama sebelum akhirnya disahkan dewan menjadi produk hukum peraturan daerah.

“Kita akan bahas bersama dan kita upayakan pada akhir bulan September ini sudah bisa disahkan menjadi Perda,” tegas politisi dari partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Malinau ini.

DPRD Malinau berharap kiranya dalam pembahasan nanti benar-benar dimaksimalkan dalam upaya mempercepat prosesnya. Sehingga nantinya dapat ditetapkan menjadi sebuah produk hukum daerah oleh dewan pada akhir bulan September 2021 ini.(***)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00