Vaksinasi DPR Timbul Kerumunan Warga

KBRN, Tarakan :  Antusias warga Tarakan untuk datang beramai-ramai ke Gedung Wanita guna mendapatkan vaksin melanggar protokol kesehatan di masa PPKM tentang jaga jarak. Diketahui, vaksinasi yang digelar kemarin hanya menyediakan 750 kuota. Vaksin ini berasal dari kuota anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Utara dari  PDIP, Dedy Sitorus.

Dari pantauan, di lokasi pelaksanaan vaksin, nampak orang berdesakan untuk melihat daftar antrean dari jendela Gedung Wanita. Meskipun terdapat beberapa panitia yang melayani, namun kerumunan tidak dapat terhindarkan. Selain itu, barisan antrean untuk masuk ke dalam gedung untuk menjalani skrining dan suntik vaksin juga terlihat cukup rapat.

Padahal dalam suasana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), jarak minimal di suatu tempat dengan menghadirkan banyak orang adalah 2 meter. Staf anggota DPR RI, Charles yang juga panitia pelaksanaan vaksin mengaku,  bahwa kerumunan terjadi akibat adanya pesan berantai yang menginformasikan adanya vaksin massal ini. Padahal, kuota terbatas dan siapa saja yang akan divaksin sudah ada daftarnya sehingga tidak bisa datang ke lokasi baru daftar.

“Kita memfasilitasi penyaluran vaksin ini di Kaltara, untuk kabupaten/kota masing-masing 750 orang. Di Bulungan sudah, hari ini (kemarin) Tarakan, nanti ke Malinau dan lainnya. Kita sudah berusaha melakukan protokol kesehatan, tetapi orang yang di luar yang tidak terdaftar yang menimbulkan kerumunan,” terangnya, Rabu (4/8/2021).

Sebenarnya, kata Charles, bahwa pihaknya sebenarnya tidak terbuka dalam pelaksanaan vaksinasi ini karena untuk menghindari kerumunan. Oleh karena itu, pendaftaran vaksinasi dilakukan secara tatap muka, dari orang satu ke orang lainya. Kegiatan tersebut juga tidak dipublikasikan untuk menghindari kerumunan. Namun dengan adanya pesan berantai di media sosial, membuat warga berdatangan ke lokasi.

Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Tarakan, Devi Ika Indriarti mengatakan,  bahwa pihaknya hanya membantu pelaksanaan vaksinasi karena vaksin yang digunakan berasal dari anggota DPR RI yang langsung didistribusikan dari pusat.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00