Dari Garut Ke Kalimantan, Jualan Aksesoris 17 Agustus-an

Penjual Aksesoris Kemerdekaan di Jalan Raja Pandita Kabupaten Malinau.jpg

KBRN, Malinau: Penjual aksesoris 17 Agustusan telah mengisi sejumlah ruas jalan di Kabupaten Malinau beberapa waktu terakhir. Seperti jalan Rajapandita, jalan Intimung, dan jalan lainnya di poros perkotaan. Para penjual aksesoris hari kemerdekaan ini umumnya datang dari luar daerah, rutin tiap tahunnya memanfaatkan momen jelang 17 Agustus untuk menjual pernak-pernik hari kemerdekaan, seperti bendera dan umbul-umbul.

Misalnya Tatang, kurang-lebih sudah dua pekan ia tinggalkan kampung halamannya, Garut Provinsi Jawa Barat untuk berjualan di Malinau. Alasannya jauh-jauh datang berjualan ke Kalimantan dengan harapan mendapatkan keuntungan lebih. Menurutnya wilayah ini merupakan salah satu daerah yang menguntungkan untuk memasarkan pernak-pernik kemerdekaan.

Bendera dan umbul-umbul dijual dengan kisaran harga Rp 30.000 s/d Rp 70.000 rupiah per lembar, tergantung ukuran.

“Tiap tahun ke sini dari tahun 2011, harga benderanya tergantung ukuran, ada ukuran 90x60, satu meter dua puluh kali delapan puluh, ada satu meter setengah, ada satu meter delapan puluh, harganya beragam, dari harga tiga puluh sampai harga tuju puluh, umbul-umbul tiga puluh lima (ribu rupiah), ada yang lima puluh, tergantung besar dan panjangnya, laku per harinya nggak bisa ditentuin juga, namanya jualan ada bagus ada nggak, tapi biasanya kalau udah ada instruksi pasang bendera, baru orang-orang pada beli, udah ada yang borongan juga”

Ia menambahkan, pihaknya akan kembali ke kampung halaman sekitar tanggal 19 Agustus atau setelah perayaan momen hari kemerdekaan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00