Gaji Pas-pasan, Supir Angkutan Barang Ingin Keringanan Biaya Rapid Antigen

Foto Ilustrasi Google.jpg

KBRN, Malinau: Surat keterangan sehat atau bebas covid-19 merupakan salah satu syarat wajib keluar dan masuk ke suatu wilayah termasuk Kabupaten Malinau. Sebagaimana diketahui bahwa aturan ini ditetapkan pemerintah untuk memutus mata rantai atau meminimalisir penyebaran covid-19. Sementara masa berlaku surat keterangan rapid antigen sendiri hanya 3x24 jam. Biaya yang harus dikeluarkan untuk tes tersebut relatif mahal bagi sebagain besar masyarakat.

Hal ini dikeluhkan oleh Noumi Purba dalam postingannya di jejaring sosial facebook, dimana ia menjelaskan pekerjaannya sebagai supir angkutan barang, khususnya kebutuhan obat-obatan kesehatan. Setidaknya sekali dalam sepekan pihaknya harus mengantar obat-obatan dari Samarinda ke Malinau. Masa berlaku keterangan rapid antigen yang terbilang singkat sering kali berbenturan dengan jarak tempuh antara Malinau dan Samarinda yang memerlukan waktu 2 s/d 3 hari perjalanan, itu pun jika di perjalanan lancar.

“Jadi terpaksa setiap mau masuk Malinau kami harus urus surat rapid antigen, mungkin kita tau berapa biaya urusnya di daerah Samarinda sana, gak usah kita sebut nominalnya, dan kalau dibandingkan upah kami sebagai supir angkutan barang, terus-terang kami tidak dapat apa-apa, sementara kami harus memenuhi kebutuhan keluarga masing-masing” Ujarnya pada Kamis (29/07/21).

Ditambahkan, tentu pihaknya sadar mengenai pentingnya prokes dalam memerangi pandemi ini. Di sisi lain pihaknya mengharapkan solusi dari pemerintah atau pemangku kebijakan, supaya aturan ini tetap berjalan, namun tidak merugikan masyarakat kecil yang berpenghasilan pas-pasan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00