Ratusan Penyuluh dan Pendidik dari 5 Agama Ikut Workshop Upgrading Spiritualitas

Pembukaan workshop upgrading spiritualitas di kantor Bupati Malinau.jpg

KBRN, Malinau : Selain pelatihan keterampilan keahlian, Pemkab Malinau juga menggelar pelatihan kapasitas bidang keagamaan atau workshop upgrading spiritualitas umat beragama kepada 5 agama di Malinau yang dimulai pada Rabu (23/06) pagi.

Fasilitatornya berdasarkan pengajuan dari masing-masing bidang agama dan difasilitasi melalui LPIP yakni Lembaga Pengembangan ilmu pengetahuan Jakarta, bekerjasama dengan Pemkab Malinau.

Kegiatan ini merupakan bagian dari sari dari program 100 hari kerja bupati dan wakil bupati Malinau. “Sebelumnya kan sudah pernah dilakukan pelatihan keterampilan masyarakat  sebanyak 7 jenis keterampilan pelatihan dan sekarang ini menyasar kepada keimanan atau meningkatkan ketakwaan.

Tepatnya lagi pembentukan karakter dan juga spritualitas umat beragama. “Makanya kami gunakan tema upgrading spiritualitas umat beragama masyarakat Malinau kepada 5 agama yang ada di Kabupaten Malinau.

Yakni Islam, Kristen, Hindu, Budha dan Katolik,” ungkap ketua Panitia pelaksana workshop upgrading spiritualitas umat beragama, Muhammad Fiteriadi kepada RRI (23/06) usai kegiatan tersebut.

Sedangkan sasaran kegiatan yang dilaksanakan ini, terang staf ahli Bupati Malinau ini, diarahkan kepada para penyuluh, pembina, dan pendidik masing-masing agama. Dengan harapan, nanti mereka akan menyebarluaskan informasi apa yang mereka dapatkan melalui pelatihan ini kepada anak didiknya.

Karena ini bagian dari pendidikan informal dan non formal lantaran kegiatan seperti ini tidak didapat melalui pendikan formal. “Karena itu, pemerintah daerah juga menyasar pada lajur pendidikan yang begini agar dari sisi kerohanian masyarakat juga bisa terlayani dengan baik,” ujarnya.

Untuk peserta itu sendiri, kata Plt Camat Malinau Utara ini, sebenarnya awalnya dibatasi masing-masing agama. Seperti untuk agama Kristen sebanyak 80 orang peserta, dari agama Islam itu 70 orang, Hindu dan Budha masing-masing 30 orang dan Katholik 30 orang.

Ternyata antusiasme masyarakat yang ikut cukup tinggi akan pelatihan peningkatan karakter ini, akhirnya membludak. Jadi, target awal yang hanya 300 peserta itu meningkat jadi 450 peserta lebih.

“Tetapi tetap kita akomodir walaupun sebenarnya kita batasi bahwa untuk segmen gelombang pertama ini hanya Wilayah Malinau Kota, Malinau Utara, Malinau Barat dan Kecamatan Menterang.

Tapi antusiasmenya cukup tinggi akhirnya meski dengan batasan yang ada itu jumlah peserta tetap nambah,” ungkapnya dan menambahkan kegiatan gelombang kedua nantinya  akan digelar juga di wilayah kecamatan yang belum terjangkau.

Untuk segmen kegiatannya, sambung Fiteriyadi, di hari pertama ini ada orientasi dan dinamika kelompok. Artinya, seluruh peserta di setiap agama itu bergabung menjadi satu oleh narasumber di buat kegiatan masing-masing.

Dua berikutnya, Kamis dan Jumat (24-25/06) itu dipisahkan masing-masing bidang agama dan lokasinya berbeda beda. Ada yang diruang Tebengang, ada di ruang Laga Fratu yang agama Islam, ruang tengah. Kemudian agama Katolik di SLB, yang  agama Budha dan Hindu di Pura wdan Vihara sampai sore hari.

“Tujuan utamanya adalah kita membina dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan melalui para penyuluh, pendidik, pembina keagamaan mereka yang akan menyebarluaskan pengetahuan yang mereka dapat di-upgrade spiritualitas ini kepada anak didik masing-masing,” tukasnya.(***)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00