Minta Tambahan Bagi Hasil Migas 1,5 Persen Untuk Tarakan

KBRN, Tarakan : Daerah penghasil minyak dan gas (Migas) meminta tambahan bagi hasil sebesar 1,5 persen dari yang sudah diberikan selama ini. Hal itu diungkapkan Wali Kota Tarakan Khairul usai menghadiri Rapat Kerja Nasional dan Sosialisasi Hasil Musyawarah Nasional IV Asosiasi Daerah Penghasil Minyak, Gas Bumi, dan Energi Terbarukan (ADPMET), 2-3 Juni lalu di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

“Bagi hasil yang selama ini kurang, makanya minta ada tambahan 1,5 persen dari yang sudah ada. Bagi hasil kita saat ini untuk minyak 30 persen, sedangkan gas 32 persen. Kalau ditambah 1,5 persen, masing-masing menjadi 31,5 persen dan 33,5 persen. Dengan demikian, harapan kita porsi dari tambahan ini bisa digunakan untuk penelitian, pengembangan, dan peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) untuk energi baru terbarukan,” terangnya, Jumat (11/6/2021).

Untuk mendukung adanya pemanfaatan energi baru terbarukan, ADPMET juga mendorong adanya pemanfaatan energi motor listrik, mobil listrik secara nasional. Untuk mengurangi penggunaan energi fosil, supaya persediaan yang sudah mulai menipis ini tidak habis.

“Terutama daerah-daerah sekitar yang sudah lama disedot minyaknya yang sekarang tinggal sisa-sisanya karena sejak dulu sudah diambil. Apalagi besaran bagi hasil kita juga sudah berkurang. Kita di daerah marginal seperti Tarakan ini sudah 300 tahun lalu dieksplorasi, makanya kita minta tambahan bagi hasil,” desaknya.

Oleh karena itu, diharapkan ada kebijakan khusus untuk memberikan penambahan bagi hasil tersebut. Selain itu, juga menjalankan partisipasi interest sebesar 10 persen. Sehingga pemerintah daerah bisa melakukan pengelolaan sumur migas.

“Sumur tua yang sudah tidak ekonomis menurut perusahaan migas seperti Pertamina, Medco, dan lain sebagainya. Kita harapkan bisa dikelola oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda), dengan standar teknologi dan keselamatan yang tinggi,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Khairul, bahwa kewajiban pemerintah daerah untuk menjadikan Perumda bisa bekerja secara profesional termasuk di bidang energi. Dengan keterlibatan Perumda untuk mengelola sumur tua, maka produksi migas di Tarakan dapat didongkrak sehingga berdampak pada bagi hasil.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00