Keluarga Harus Waspadai Ancaman Kejahatan Siber Anak
- 31 Mei 2026 10:26 WIB
- Tarakan
rri.co.id, Tarakan - Derasnya arus digitalisasi dan pemanfaatan media sosial kini memicu transformasi modus operandi kejahatan seksual yang mengincar kelompok usia anak-anak. Ruang privat yang semula dianggap aman kini rentan disusupi oleh para predator siber yang memanfaatkan kelengahan pengawasan orang tua di dalam rumah.
Fenomena mengerikan bernama cyber grooming atau pembujukan digital kini menjadi ancaman nyata yang bergerak bebas tanpa batas kontak fisik langsung antar pelaku dan korban. Para pelaku kejahatan dunia maya diketahui sangat piawai memanipulasi psikologis anak-anak yang masih polos melalui berbagai platform digital.
Dalam menyikapi krisis ini, momentum Hari Kebangkitan Nasional dinilai sangat tepat menjadi titik balik bagi penguatan gerakan literasi digital di lingkungan keluarga. Peran aktif orang tua dalam membatasi serta memeriksa aktivitas gawai anak menjadi garda pertahanan paling krusial.
"Kita harus bangkit literasi, bangkit untuk lebih mengawasi anak kita dari ancaman predator, terutama dalam mengawasi anak bermain gadget," tutur akademisi, Yuda Fernando.
Berdasarkan temuan sosiologis, para predator online kerap kali melancarkan aksi dengan mengirimkan pesan-pesan manipulatif hingga membujuk korban mengirimkan konten pornografi. Data digital tersebut kemudian digunakan sebagai alat pemerasan psikologis yang membuat anak terjebak dalam lingkaran ketakutan mendalam.
Kondisi ini menuntut dibangunnya pola komunikasi dua arah yang sehat dan terbuka antara anak dan orang tua agar anak tidak mencari pelarian di dunia maya. Pendekatan emosional yang hangat dinilai jauh lebih efektif dibandingkan dengan sekadar menerapkan larangan keras tanpa memberikan pemahaman rasional.
"Ancaman-ancaman itu bukan hanya terjadi secara nyata di ruang publik, tapi di media sosial dunia maya pun nyata terjadi," pungkasnya.
Langkah pencegahan preventif secara masif harus diutamakan oleh seluruh lapisan masyarakat demi memutus rantai regenerasi korban kejahatan seksual di masa depan. Menjaga anak-anak dari paparan bahaya siber sama artinya dengan mengamankan kedaulatan dan fondasi ketahanan moral bangsa Indonesia. (ADR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....