UBT Berharap Upaya Penambahan Prodi Dapat Segera Terealisasi

KBRN, Tarakan : Hadirnya pemimpin baru di Bumi Benuanta (julukan Kaltara), membuat masyarakat menaruh harapan besar bagi Gubernur baru khususnya di bidang pendidikan. 

Apalagi peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik menjadi salah satu prioritas dari visi-misi Zainal Yansen sebagai gubernur dan Wakil Gubernur terpilih.

Saat diwawancara Pengamat Pendidikan sekaligus Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT) Adri Paton menerangkan jika kebijakan tersebut cukup tepat. Mengingat, saat ini masih banyak unsur pendidikan yang membutuhkan peningkatan.

"Terkait pendidikan, tentunya visi dan misi untuk memperhatikan dunia pendidikan, baik Paud, TK, SD, SMP, SMA bahkan sampai perguruan tinggi. Itu sangat realistis untuk di implementasikan,"ujarnya, (24/02/2021).

"Karena bagaimana pun juga membangun suatu bangsa, itu harus diawali dengan membangun sumber daya manusianya. Oleh karena itu, membangun sumber daya manusianya tidak terlepas dari baik infrastruktur. Siapa itu adalah guru-guru yang ada, di daerah-daerah pedalaman perbatasan. Termasuk juga guru honorer di seluruh Kalimantan Utara,"sambungnya.

Menurutnya, sejauh ini sektor pendidikan di Kaltara memerlukan banyak peningkatan seperti kesejahteraan tenaga pendidik dan infrastruktur. Sehingga ia berharap peningkatan tersebut dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

"Oleh karena itu jika pemerintah memiliki visi dan misi mensejahterakan semua tenaga pendidik honorer tentu ini kebijakan yang sangat dibutuhkan. Apalagi saat masih banyak infrastruktur yang membutuhkan perbaikan dan pembenahan,"terangnya.

Ia menambahkan, apalagi satu-satunya universitas negeri di Kaltara Universitas Borneo Tarakan (UBT) sejauh ini sangat membutuhkan peningkatan. Mengingat kompleksnya persoalan di Kaltara yang tidak diikuti dengan regenerasi Sumber Daya Manusia.

"Hal yang dibutuhkan pendidikan Kaltara saat ini adalah penambahan dan pembenahan beberapa infrastruktur. Termasuk kebutuhan jurusan. Sejak dulu UBT memperjuangkan dibukan Fakultas kedokteran, Prodi S2 Ilmu Pertanian, Prodi S2 Manajemen, Prodi S2 ilmu Lingkungan, Prodi S2 Pendidikan dasar, Prodi S2 Bahasa Inggris," terangnya.

"Termasuk Inprastrukturnya UBT Dome, sekretariat Organisasi Kemahasiswaan yang saat ini belum ada. Oleh karena selaku rektor UBT, saya akan memohon kepada pak Gubernur dan Wakil Gubernur, bersama ketua DPR dan DPR-RI Dapil Kaltara, bersama seluruh bupati Kabupaten/Kota untuk menemui Mendikbud Nadiem Makarim," tuturnya.

"Oleh karena itu, UBT sebagai satu-satunya universitas negeri di Kaltara, perlu dikembangkan. Saya yakin seyakin yakinnya, dengan komitmen gubernur terpilih, untuk mengembangkan ini. Semoga hal itu secepatnya terealisasi,"lanjutnya.

Ia meyakini dalam 3,5 tahun ke depan Zainal-Yansen dapat melakukan perubahan besar bagu Kaltara khususnya di bidang pendidikan. Ia menambahkan, hal tersebut cukup realistis dan hal tersebut tentu mendapatkan dukungan dari semua pihak termasuk pemerintah pusat.

"Saya percaya dan yakin ini bisa direalisasi. Jadi program 100 hari kerja, atau pun program yang sudah disampaikan oleh Zainal Paliwang dan pak Yansen, cukup realistis dan tepat. Memang itu yang dibutuhkan saat ini,"

"Karena pendidikan dan kesehatan adalah 2 kebutuhan mendasar manusia. Oleh karena itu tentu kita sangat berharap hadirnya fakultas kedokteran di UBT," tandasnya. (AMR)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00