Tunggakan Iuran Jaminan Kesehatan Perusahaan Capai RP 350 Juta

KBRN, Tarakan : BPJS Kesehatan Tarakan menegaskan rata-rata perusahaan di Kalimantan Utara yang menunggak sekitar Rp290 juta hingga Rp350 juta. Secara total bisa mencapai Rp500 juta. Tapi, menurut Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Tarakan Recky Hendayana, data ini bisa bergerak turun sebelum akhir bulan dan tidak sampai Rp1 miliar.

“Banyak jumlah perusahaan yang menunggak, tapi nominalnya kecil-kecil. Karena, mungkin perusahaan besar atau perusahaan raksasa di Kaltara masih rutin melakukan pembayaran,” jelasnya, Kamis (21/1/2021)

Dari data yang ada di BPJS Kesehatan Tarakan, untuk peningkatan data Peserta Penerima Upah (PPU) di Kaltara untuk tahun 2020 meningkat sekitar 2 hingga 3 persen, dibandingkan tahun 2019. Dengan peningkatan ini, kesadaran perusahaan untuk mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS sudah lebih baik.

Jumlah PPU dari badan usaha, per 31 Desember 2019 termasuk anak, istri dan pekerja itu sendiri sebanyak 83.206 jiwa sedangkan di 31 Desember 2020 sebanyak 95.800 jiwa. Ada kenaikan 12.594 jiwa di tahun 2020. Sedangkan untuk badan usahanya, se Tarakan ada sekitar 800-an dan se-Kaltara terdata sekitar 2.000-an badan usaha.

Secara ketentuan, peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dari perusahaan harus masuk di kelas II dan kelas I. Hal yang membedakan kelas untuk Peserta Penerima Upah (PPU), dari gaji yang diterima di bawah Rp4 juta maka wajib daftar di kelas II dan Rp4 juta ke atas didaftarkan ke kelas I.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00