Menunggu draf PSBB, Dinas Satpol PP dan PMK Tarakan Maksimalkan Patroli

KBRN, Tarakan : Pemerintah Kota Tarakan mulai menetapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai 23 April 2020 ini, dan untuk tiga hari kedepan masih dalam tahapan uji coba serta sosialisasi.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran ( Satpol PP dan PMK) Tarakan Hanip mengungkapkan, sesuai aturan PSBB, dilarang berkumpul lebih dari lima orang di luar ruangan, dan tetap menjaga jarak, kemudian patroli keamanan akan ditingkatkan sampai tingkat Rukun Tetangga (RT).

"Sembari uji coba ini berjalan, kita juga masih menunggu rampungnya draf PSBB dari bidang Hukum Seretariat Pemkot Tarakan untuk sanksi dan hukuman yang diberlakukan, tapi kita himbau seluruh masyarakat tetap taat dengan PSBB yang dikelurkan Kementerian kesehatan RI", terang Hanif Kamis, (23/04/2020).

Hanif menambahkan, sektor yang dapat beroperasi selama PSBB di antaranya kegiatan pelayanan kesehatan, puskesmas, rumah sakit dan klinik, sektor kedua adalah produksi makanan dan minuman, dengan pelayanan take away atau membawa pulang ke rumah, Ketiga adalah pelayanan energi, seperti air, gas, listrik, dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sektor keempat adalah layanan komunikasi, sektor kelima adalah sektor keuangan dan perbankan, termasuk pasar modal. Keenam, kegiatan logistik berupa distribusi barang harus berjalan seperti biasa. Ketujuh, layanan ritel seperti warung atau toko kelontong yang memberikan kebutuhan warga. Kedelapan adalah sektor pelayanan industri strategis yang ada di kota Tarakan.

"Semua sektor ini akan kita awasi, kita akan maksimalkan patroli apalagi kita ada tambahan personil sebanyak 65 orang dari masing-masing kasi dan staf kecamatan serta kelurahan yang di BKO-kan ke Dinas Satpol PP dan PMK", tutupnya. amr**

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00