Distribusi Gas 3 Kg di Tarakan Harus Taati PSBB

KBRN Tarakan : Tidak mudah mendisiplinkan masyarakat untuk tidak beraktivitas diluar rumah di tengah merebaknya virus corona, mengingat sosialisasi pemberlakuan aturan tegas Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tengah dikampanyekan di bumi Paguntaka.

Menanggapi masih ramainya antrian gas melon 3 kg di masyarakat, Anggota DPRD Tarakan fraksi PPP, PAN dan PKS (PAS) H. Hamka melakukan sidak di tiga titik pangkalan LPG di wilayah pesisir kota Tarakan, Selasa (21/04/2020)

"Saya bersama H. Rusli, sengaja melakukan sidak lapangan karena memang masih banyak melihat antrian panjang di sejumlah pangkalan LPG di wilayah pesisir, sementara pemerintah lagi sibuk-sibuknya mensosialisasikan PSBB", jelas Hamka.

Hamka menambahkan, dari itu pihaknya mengusulkan kesejumlah pangkalan untuk melakukan delivery ke rumah masing-masing warga yang mendapat jatah, dengan melakukan koordinasi awal untuk tambahan biaya antar yang tentunya tidak memberatkan.

"Setiap pangkalan bisanya mengakomodir sampai 3 RT, bisa kita pastikan gas ini berlebih semua pasti dapat, tetapi kejadian di masyarakat mereka terburu-buru sehingga antri berdesak-desakan, ini yang tidak kita mau. Kita sudah usulkan pelayanan antar ke rumah dan pangkalan menyambut positif, dengan tambahan biaya antar yakni dua sampai tiga ribu rupiah", tambahnya.

Ia memastikan, satu rumah atau KK itu memperoleh jatah 3 tabung gas setiap bulan, sementara UMKM bisa sampai dengan 9 tabung. "Setelah sidak ini, kami akan langsung bertemu dengan Disdakop UMKM Tarakan, untuk menyampaikan apa yang kami dapati di lapangan, sekligus kita akan mengusulkan adanya penyemprotan desinfektan untuk tabung-tabung gas warga sebelum didistribusikan", tutup Hamka.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00