Kompolnas Tinjau Perkembangan Kasus 17 Kontainer Balpres

KBRN, TARAKAN : Setelah melakukan tinjauan di Polda Kaltara dan Polres Bulungan. Rombongan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) juga berkunjung ke Polres Tarakan, Kamis (19/5/2022). Tujuan dari Kunjungan itu memantau kasus Balpres atau pakaian bekas dalam 17 Kontainer yang diduga kuat menyeret oknum Polisi Briptu HSB. Dari kunjungan itu, rombongan Kompolnas juga ke Pelabuhan Malundung Tarakan mengecek 17 Kontainer Balpres itu.

Anggota Kompolnas Dr. Albertus Wahyurudhanto mengatakan akan tetap memberikan dukungan agar kasus ini dapat selesai. Terlebih kasus ini telah menjadi sorotan nasional.

"Yang pertama itu kasus tambang emas ilegal. Kita perihatin adanya keterlibatan oknum anggota Polri. Berdasarkan data sementara, di Balpress ini juga ada keterlibatan HSB tapi sampai sekarang masih di dalami juga," ujarnya.

Ia menjelaskan, tugas Kompolnas sebagai pengawas eksternal salah satu yang jadi kewajiban seperti melakukan peninjauan spot untuk kasus-kasus menonjol di kepolisian.

"Proses kasus bisnis ilegal pakaian bekas ini kan sudan naik ke tingkat penyidikan. Dalam waktu dekat tim penyidik akan bertolak ke Jakarta untuk mendengar statement dari saksi ahli. Jumat nanti berdasarkan informasi dari Direkskrimsus Polda Kaltara, tim penyidik akan ke Jakarta untuk mendengar keterangan saksi ahli perdagangan dan pidana untuk menetapkan Pasal dan tersangka," jelasnya.

Ia mengungkapkan, setiap kejahatan korporasi seperti ini sudah dikemas dengan rapi. Seperti isi kontainer yang tidak sesuai dengan manifest yang tentunya bukan tugas polisi, dalam hal ini ialah peran Bea Cukai serta Pelabuhan. Kendati begitu ia tidak mau menerka-nerka karena belum ada hasil yang menyatakan terdapat keterlibatan HSB.

"Laporannya Sudah on the track, ada keterbukaan juga ke publik karena ini kejahatan korporasi, tidak mungkin satu orang pasti banyak orang. Kita harus hati-hati betul. Syarat untuk penetapan tersangka minimal alat bukti harus dipenuhi, jangan sampai ada pra peradilan. Memang ada indikasi keterlibatan HSB tapi kan dia punya banyak pion-pion ini yang harus betul-betul didalami," bebernya. (Crz)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar