97 Calon PPPK Guru Ikuti Pemberkasan Tahap Kedua

KBRN, Kaltara : Sebanyak 97 calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru di Kalimantan Utara (Kaltara) memasuki pemberkasan tahap kedua. 

Analis Kepegawaian Muda Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara Arya Mulawarman mengatakan, ada sebanyak 97 orang yang mesti melakukan pemberkasan.

Ia menjelaskan, proses pemberkasan juga dilakukan pemeriksaan secara lebih detail. Termasuk pada pemeriksaan awal pada pemberkasan tahap satu, ada beberapa peserta seleksi PPPK yang diterima, hanya berdasarkan data pokok pendidikan (dapodik).

“Itu masih diperiksa lagi, apakah memenuhi syarat atau tidak. Pada pemeriksaan awal, asal masuk dapodik, diterima. Di kabupaten/kota, banyak yang sudah begitu. Itulah yang kita periksa di provinsi,” kata Arya, kemarin.

Berkas yang diserahkan, disesuaikan dengan syarat yang ditentukan. Contohnya, jika terhadap guru yang ternyata belum memiliki ijazah sarjana, atau masih sementara sekolah atau kuliah. “Kalau berkas tidak sesuai, bisa digugurkan. Contoh, guru masih sekolah, itu tidak boleh. Itu dibatalkan. Atau dia tidak memenuhi syarat lainnya,” tegasnya.

Penerimaan berkas tahap kedua, sudah berlangsung sejak Senin (24/1). Sudah ada beberapa orang yang telah menyampaikan berkasnya ke BKD Kaltara. Pengumuman disampaikan melalui laman resmi BKD, kemudian diteruskan melalui media hingga akun-akun resmi media sosial milik pemerintah daerah.

“Dijadwalkan itu sampai Tanggal 4 Februari. Mereka kan memang rata-rata bekerja dan domisili di sini (Kaltara), sehingga bisa datang ke sini (BKD Kaltara),” jelasnya.

Jika sampai batas waktu pemberkasan masih ada yang belum menyerahkan berkas, Arya mengatakan akan ditindaklanjuti dan dipertanyakan alasannya. Masih ada asas pemakluman, jika ada guru yang tak mendapatkan informasi atau sulit dijangkau.

“Kalau PPPK Guru ini masalah akses bisa dimaklumi, misalnya di Krayan (Nunukan). Memang perlakuannya beda (dengan CASN), tapi tetap aturan sama,” tuturnya. (kk/sti)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar