Pemekaran DOB  Kota Tanjung Selor Perlu Diseriusi

KBRN, Kaltara : Usulan pemekaran ibukota Provinsi Kaltara yakni Kota Tanjung Selor harus kembali diseriusi. Tertuama dalam menyiapkan sarana prasarana maupun infrastruktur pemekaran wilayah tersebut. 

Wakil Ketua I DPRD Kaltara Andi Hamzah meminta, daerah induk maupun provinsi perlu melakukan persiapannya. “Kita di dewan tentu terus mendukung DOB, apalagi Tanjung Selor yang masih status kecamatan. Tapi perlu persiapan sarana dan prasarana serta infrastruktur pendukung pemekaran wilayah ini,” katanya, kemarin. 

Selain syarat administrasi, ketentuan jumlah kecamatan atau kelurahan, infrastruktur juga harus disiapkan. Baik untuk kebutuhan ibukota di  Kota Tanjung Selor nantinya, maupun infrastruktur untuk ibukota Kabupaten Bulungan dengan opsi dipindahkan ke Tanjung Palas. 

“Karena masih menunggu moratorium, maka masih ada waktu mempersiapkan semuanya. Jika sudah dicabut, semua syarat sudah lengkap. Tinggal disetujui saja oleh pusat dan bisa langsung disahkan,” jelasnya. 

Senada yang disampaikan oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setprov Kaltara, Datu Iqro Ramadhan mengungkapkan persiapan DOB menjadi salah satu perhatian pemprov bersama dengan Pemerintah Kabupaten Bulungan. 

“Kesiapan dari sisi infrastruktur itu, salah satu penilaian pusat. Jadi perlu diperhatikan. Kan pusat ingin memastikan Kota Tanjung Selor dengan Kabupaten Bulungan tidak ada kesenjangan. Jadi, daerah yang baru dibentuk dan yang lama itu sama-sama maju,” tuturnya. 

Ia optimis, peluang pemekaran wilayah di Kaltara bisa mendapat restu pusat. Apalagi Tanjung Selor merupakan tempat kedudukan ibukota provinsi yang masih berstatus kecamatan. 

“Memang masih moratorium karena masalah keterbatasan anggaran. Tapi, di Indonesia ini masih ada dua provinsi yang intens komunikasi ke pusat. Karena ibukota-nya belum ada (masih status kecamatan). Yaitu Maluku Utara dan Kaltara. Kita optimis Tanjung Selor ini prioritaskan,” harapnya. (dkisp/sti)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar