Kecelakaan Kapal Barang di Salimbatu Diduga Tertabrak Bangkai Kapal Karam

KBRN, Bulungan : Kecelakaan yang dialami Kapal barang KM 21  di perairan wilayah Salimbatu, Kabupaten Bulungan pada Jumat (13/1/) dini hari, diduga karena menabrak bangkai kapal karam lama di dasar sungai. 

Plh Kepala UPP Kelas II Tanjung Selor, Mulyono mengatakan KM 21 diduga menabrak bangkai kapal di dasar sungai sehingga menyebabkan kebocoran lambung kapal 

“Informasi sementara dari pemilik kapal begitu, kapal mengalami kebocoran yang diakibatkan menabrak bangkai kapal,” kata Mulyono, belum lama ini. 

Kecelakaan terjadi di luar alur sungai yang sebenarnya tidak lagi digunakan. Namun karena terjadi pendangkalan di alur yang saat ini digunakan, nahkoda memilih untuk mengambil alur tersebut. 

“Alur ini sudah tidak digunakan karena ada bangkai kapal itu. Tetapi karena yang sekarang semakin dangkal, nahkoda bergeser ke situ,” paparnya. 

Evakuasi sendiri dilakukan sejak Jumat pagi. Ada dua kapal barang yang membantu di lokasi. Evakuasi sedikit terkendala untuk dua kendaraan yang diangkut KM 21. 

“Barang-barang lain sudah diselamatkan, ada dua kapal yang membantu dengan cara dikait di kiri dan kanan. Tapi dua mobil belum diangkat, masih dipikirkan caranya,” papar Mulyono. 

Ia belum bisa memastikan durasi evakuasi selesai. Terlebih air sungai dalam kondisi pasang saat memasuki malam hari. “Belum bisa diperkirakan, karena semakin pasang jadi kendalanya,” jelas Mulyono. 

Mulyono menepis dugaan lain berupa kelebihan muatan. Kecelakaan yang terjadi murni karena faktor teknis di alur perairan. “Bukan karena itu (kelebihan muatan), tapi faktor alam, bangkai kapal,” jelasnya. 

Lanjut dia, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Adapun pihaknya belum bisa memperkirakan kerugian materiil yang dialami. 

Adapun, proses evakuasi badan kapal diperkirakan membutuhkan waktu hampir sepekan. Saat ini sudah dipikirkan cara untuk mengevakuasinya. 

Sementara itu, instansi terkait akan diminta memasang rambu-rambu untuk mengantisipasi kejadian serupa. 

“Harus ada rambu-rambu peringatan, bahwa di sini terdapat bangkai kapal. Dimana kapal harus berhati-hati,” tuturnya. (kk/sti)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar