Sepanjang 585 Km Jalan Nasional Terbangung di Kaltara

KBRN, Kaltara : Sepanjang 585 kilometer jalan nasional di Provinsi Kaltara telah dibangun pemerintah. 

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Kaltara, Zamzami mengatakan jalan nasional di Kaltara sat ini memiliki panjang mencapai 585 kilometer. Terbentang dari perbatasan Berau, Kalimantan Timur dengan Bulungan hingga ke Tanjung Selor. Kemudian ke arah Sekatak Puji, Kabupaten Malinau, Simpang Tiga Apas, dan Sei Ular. 

Untuk di Kabupaten Nunukan, terdapat 6 ruas jalan nasional, termasuk jalan lingkar Pulau Sebatik dengan panjang 77 kilometer. Kemudian dua ruas jalan di Tarakan yaitu Jalan Mulawarman dan Yos Sudarso dengan panjang 6 kilometer. 

“Jalan nasional yang saat ini sudah jadi di Kaltara 585 kilometer. Kita juga sedang berproses membangun jalan di perbatasan yang panjangnya sekitar 1.000 kilometer. Untuk di Kaltara terdapat 2 jalan yang sedang berproses pembangunannya. Yaitu jalan paralel dan jalan akses perbatasan. Untuk jalan paralel yang sejajar dengan garis perbatasan, dimulai dari Malinau ke arah Long Boh Kaltim,” akunya, kemarin. 

Dari beberapa provinsi di Kalimantan, proses pembangunan jalan di Kaltara yang paling sulit. Sebab, Kaltara memiliki medan yang berbukit, kontur tanah labil dan status hutan lindung. 

"Yang paling sulit dan masih sedikit penanganannya itu di Kaltara, karena medannya sulit, status hutan juga, kontur tanah. Kalau seandainya diberikan uang Rp300 miliar di tempat yang datar, bisa dikerjakan sepanjang Rp25 kilometer. Kalau di kita hanya 10 kilometer,” bebernya. 

Setiap tahun anggaran untuk penyelesaian pembangunan jalan tetap dilakukan. Aksesibilitas di perbatasan sangat diperlukan, karena berkaitan dengan kedaulatan negara, pertahanan dan keamanan. 

“Bahwa memang di mana pun negara yang bertetangga, pasti ada orang beraktivitas di perbatasan, terutama penyeberangan lintas batas. Dengan adanya jalan paralel perbatasan ini, akan membuka keterisolasian, juga mendukung adanya Pos Lintas Batas Negara (PLBN),” paparnya. 

Zamzami tidak bisa memastikan kapan pembangunan jalan paralel perbatasan ini selesai. Namun pihaknya memastikan tergantung dari ketersediaan anggaran. (Kk/sti)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar