Belum Dapat Izin, 1000 Elpiji ke Krayan Tertahan di Malaysia

KBRN, Kaltara : Belum terbitnya izin ekspor ke  Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, membuat 1000 tabung gas elpiji  masih tertahan di Ba’Kelalan Lawas, Malaysia. 

Ketua Asosiasi Pengusaha Perbatasan Indonesia (Asppindo) Krayan, Novliana mengatakan pihaknya masih berupaya agar elpiji tersebut segera disalurkan ke masyarakat Krayan. 

“Dari informasi Konjen di Serawak, tinggal izin ekspornya dari Malaysia. Makanya tidak berani dilepaskan. Nah, sistem izin Petronas itu ada di Kuala Lumpur (KL) Malaysia,” jelasnya, belum lama ini. 

Menurutnya, 1.000 elpiji ini dikirim melalui program pengantaran logistik secara G to G (Government to Government) Malaysia-Indonesia di Sempadan Ba’Kelalan Lawas, Malaysia-Long Midang, Krayan, Indonesia. 

“Untuk tabung ini sudah ada di Ba’Kelalan Lawas, Malaysia, tinggal diserahkan saja. Nah, inilah kita juga masih menunggu. Mungkin nanti, akan dibuatkan jadwalnya,” katanya. 

Apalagi, saat ini Malaysia dalam masa pemilihan raya pada tanggal 12 Desember ini. “Kita juga tidak bisa memaksa. Takutnya, nanti akan menjadi hal-hal yang sensitif bagi mereka. Kita sudah upayakan, jadi kita hanya menunggu jadwal dari Malaysia, karena bagaimanapun ‘tongkat komandonya’ ada di Malaysia,” beber Novliana. 

Ia mendapatkan kabar dari pihak perdagangan Malaysia yang akan mengupayakan secepatnya sesuai prosedur. “Karena mereka juga menganggap ini suatu terobosan koperasi yang ada untuk menyuplai tabung gas industri dengan jumlah sebanyak itu,” tuturnya. (Kk/sti)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar