Panen Padi di Kaltara Dipastikan Meningkat

KBRN, Kaltara : Luasan panen padi di Provinsi Kaltara diperkirakan mencapai 11.057,04 hektar selama 2021. Artinya mengalami peningkatan 11,88 persen dibandingkan 2020 dengan total luas mencapai 9.883,05 hektar. 

Kepala Bidang Statistik Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian (DKISP) Provinsi Kaltara, Jufri menjelaskan peningkatan luasan panen padi di tahun ini sebagaimana yang diupayakan pemerintah daerah. 

Apalagi Pemprov Kaltara  berupaya meningkatkan swasembada pangan dan diharapkan mampu mengadakan sendiri kebutuhan pangan masyarakat. Bahkan turut berencana menjalankan program pembangunan dengan konsep Food Estate Berbasis Korporasi yang direncanakan akan dieksekusi pada tahun 2022-2025 mendatang. 

"Kaltara telah mengembangkan tujuh komoditas utama tanaman pangan seperti padi, jangung, kacang kedelai, kacang hijau, kacang tanah, ubi kayu dan ubi jalar," ujarnya, Jumat (26/11). 

Ia menjelaskan produksi padi pada tahun 2021 diperkirakan sebesar 38.164.61 GKG (Gabah Kerimg Giling), dan mengalami kenaikan sebanyak 4.590,33 ton GKG atau 13,67 persen dibandingkan tahun 2020 yang lalu dengan total sebesar 33.574,28 GKG. 

“Jika potensi produksi padi pada tahun 2021 dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi beras pada tahun 2021 diperkirakan sebesar 22.508,87 ton, mengalami kenaikan sebanyak 2.707,29 ton atau 13,67 persen dibandingkan tahun 2020 yang sebesar 19.801,58 ton," bebernya. 

"Kalau dilihat menurut kabupaten/kota maka Nunukan merupakan penghasil produksi padi terbanyak yakni mencapai 17,18 ribu ton GKG terjadi perubahan terhadap tahun 2020 sebesar 58,15 persen. Selanjutnya Kabupaten Bulungan dengan hasil produksi padi mencapai 13,69 ribu ton GKG mengalami perubahan peningkatan terhadap tahun 2020 sebanyak -11,06 persen," imbuhnya. 

Kemudian Malinau sebesar 6,68 ribu ton GKG, juga ada perubahan peningkatan terhadap tahun 2020 sebesar 1,81 persen. Selanjutnya Tana Tidung sebanyak 0,54 ribu ton GKG perubahan yang terjadi terhadap tahun 2020 sebesar -25,71 persen, berbeda dengan Tarakan produksi padinya sebesar 0,06 ribu ton GKG, namun tahun 2020 produksi padinya lebih tinggi sebesar 291,71 persen. (DKISP/sti)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar