Satreskrim Tangkap Mantan Mantri Kesehatan

KBRN, TARAKAN : Praktik aborsi ilegal sudah lama beroperasi berhasil terungkap Satreskrim Polres Tarakan pada Kamis pekan lalu, dengan tersangka berinisial SP merupakan mantan mantri kesehatan di Tarakan.

Kapolres Tarakan, AKBP Fillol Praja Arthadira mengatakan kamis lalu personil Satreskrim mendapat informasi sekitar pukul 22.00 Wita, adanya upaya aborsi ilegal di salah satu rumah bilangan Pulau Bangka RT 14, Kampung I Skip, Kecamatan Tarakan Tengah.

“Kita tindaklanjut dengan melakukan penyelidikan kesana. Ternyata benar ada percobaan aborsi secara ilegal. Personil bersama ketua RT setempat langsung melakukan penggerebekkan dan berhasil mengamankan SP beserta barang bukti alat alat bedah, HP, testocop, alat tensi dan obat-obatan," Katanya dalam Press Releas, Selasa (26/10/2021).

Kapolres menerangkan, pelaku SP sebelumnya berprofesi sebagai mantri dan sudah purna tugas sejak tahun 2011, sehingga menguasai ilmu medis.

“Setelah kita dalami, ternyata pelaku sudah melakukan 9 kali aborsi. Kegiatan ini dilakukannya mulai dia masuk purna tugas pada 2011 silam hingga sekarang," beber Kapolres.

Sekali aborsi, kata Filol, pelaku memberi tarif mulai sari Rp500 sampai Rp 1,5 Juta rupiah, tergantung tingkat kesulitannya.

“Pelaku melakukan sendiri tindakan aborsi di rumah. Pelaku tidak memiliki ijin dari Dinas Kesehatan dan melakukan praktek kesehatan tanpa memiliki ijin dan sertifikat dari dinas kesehatan,” ucapnya.

Filol menegaskan, pelaku di tahan dalam rutan Polres Tarakan. Pihaknya akan mengembangkan kasus ini untuk mencari tahu apakah ada keterlibatan orang lain. 

"Dari perbuatannya SP disangkakan pasal 75 jo pasal 194 UURI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan atau pasal 64 jo pasal 83 UURI nomor 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan atau pasal 299 ayat (1) KUHP," demikian AKBP Filol. (CRZ)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00