Larangan Merokok Ditempat Umum akan Diberlakukan di Bulungan

KBRN, Bulungan : Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan berencana membuat aturan mengenai larangan merokok di tempat-tempat umum. Seperti rumah sakit, sekolah dan perkantoran.

Apalagi, masih banyak ditemukan pengendara baik roda dua maupun roda empat yang merokok saat berkendaraan. Padahal, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan PM Nomor 12 tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat menyertakan bahwa pengendara dilarang merokok selama berkendara.

Kepala Dinkes Bulungan Imam Sunjono mengatakan tidak hanya larangan merokok sambil berkendara saja yang banyak dibahas. Merokok dapat menyebabkan banyak penyakit yang berbahaya, seperti kanker kerongkongan.

Pasalnya, asap rokok merusak DNA dari sel-sel esofagus sehingga menyebabkan kanker kerongkongan. Sekitar 80 persen perokok aktif alami kasus kanker esofagus telah dikaitkan dengan merokok. “Kita setuju adanya aturan terkait dengan larangan merokok sambil berkendaraa. Karena itu memang tidak diperbolahkan dan dapat menimbulkan kecelakaan bagi si pengendara dan dapat merugikan diri sendiri,” jelas Imam, Jumat (22/10).

Pemberlakuan Kawasan Tanpa Rokok sudah diatur dalam Perbup Bulungan Nomor 25 tahun 2009, Permenkes dan Permendagri Nomor 7 Tahun 2011. “Pemberlakuan ini sudah mulai berlaku di tempat-tempat umum seperti sekolah, perkantoran, rumah sakit, puskesmas hingga tempat umum lainnya,” bebernya.

Dinkes telah melakukan upaya penyuluhan kepada warga Bulungan. Tetapi, sejauh ini masih banyak warga yang merokok di tempat-tempat umum. Pemberlakuan Perda Kawasan Tanpa Rokok merupakan langkah taktis, yang dapat dilakukan pemerintah daerah mencegah semakin banyaknya perokok.

"Dengan harapan, adanya perda tersebut dan larangan merokok saat berkendara ini bisa diterapkan. Untuk mendapatkan efek yang positif kepada perokok aktif. Ketika perokok aktif berkurang, nantinya perokok pasif yang cuma terpapar asap rokok dapat tercegah dari faktor risiko penyakit yang dibawah oleh rokok. Soalnya perokok pasif ini lebih rentan daripada perokok aktif," tuturnya. (Sti)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00