Antisipasi Masuknya Mutasi Covid, Jalur Perbatasan Diperketat

KBRN, Kaltara :  Jalur lintas negara di sejumlah wilayah perbatasan Provinsi Kaltara mulai diperketat. Pengawasan itu dilakukan guna mencegah potensi masuknya mutasi Covid-19, seperti varian Mu dan Lambda. Terutama kedatangan warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA).

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 092/Maharajalia, Mayor Andi Nasaruddin mengatakan, jajaran TNI sudah siap melakukan pengawasan terhadap WNI maupun WNA yang masuk melalui Kaltara.

Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) intens melakukan patroli di jalur-jalur yang memang dicurigai kerap menjadi pintu para penumpang gelap. "Kita pasti waspadai lah. Kita kan ada satgas Pamtas di wilayah-wilayah perbatasan yang selalu melakukan patroli. Baik itu patroli mengecek patok perbatasan, maupun di jalur-jalur yang dicuriga sering dilalui ke luar negeri (Tawau),” katanya, Kamis (23/9).

Hal senads juga disampaikan Kabid Humas Polda Kaltara, Kombes Budi Rachmat. Jajaran Polres hingga Polsek sudah dikerahkan dalam memberikan pengawasan terhadap siapa saja yang memasuki wilayah Kaltara dari negara lain.

Termasuk melakukan pemeriksaan terhadap WNI maupun WNA yang berasal dari Tawau, Malaysia sebagai antisipasi adanya penyelundupan barang-barang terlarang. “Anggota di sana sudah siap. Siapapun yang masuk, pasti diperiksa dulu. Kita juga koordinasikan dengan stakeholder yang lain. Mulai dari sisi kesehatannya maupun barang-barang bawaan,” tegas Budi.

Selain mengawasi setiap yang masuk, bersama dengan jajaran TNI di wilayah perbatasan juga intens melakukan patroli. V“Kita selalu juga patroli bersama jajaran TNI. Terutama di perbatasan Sebatik, kita patroli jalur-jalur yang diduga menjadi jalur para WNI ilegal ataupun pelaku penyelundupan ilegal,” tuturnya.

Di Indonesia, pintu masuk dari luar negeri melalui perjalanan udara hanya melalui Jakarta dan Manado. Sementara di jalur laut cuma bisa melalui Tanjung Pinang dan Batam. Kemudian jalur darat hanya dibuka di Aruk, Entikong, Nunukan, dan Motaain. (Sti)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00