Awasi Dampak Lingkungan, Gugus Tugas Provinsi Dibentuk

KBRN, Kaltara : Sebagai upaya memonitoring dampak lingkungan oleh perusahaan swasta, Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemprov Kaltara membentuk Gugus Tugas Provinsi.

Gugus tugas provinsi akan melakukan  pengawasan pertambangan, perikanan, pertanian, dan kehutanan.Kemudian melakukan investigasi, monitoring perusahaan, pengecekan perizinan, membuat rekomendasi, Perda/Pergub, sanksi, hingga pencabutan izin kepada gubernur.

Anggota TGUPP Bidang Hukum dan Regulasi, Muklis Ramlan mengatakan kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan oleh seluruh perusahan yang bergerak di bidang pertambangan, kehutanan, maupun perikanan. “Gubernur sempat menemukan beberapa temuan kemarin terjadi pelanggaran disektor lingkungan,” ujarnya, Selasa (21/9).

Ia menjelaskan Gugus Tugas Provinsi juga akan memantau kewajiban perusahan terhadap penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) kepada pemerintah maupun ke masyarakat sekitar yang tidak maksimal. “Jadi Gugus Tugas ini menghimpun semua OPD terkait menjadi satu tim bersama membantu pak gubernur dalam menuntaskan seluruh persoalan lingkungan,” imbuhnya.

Muklis menegaskan, kehadiran Gugus Tugas Provinsi juga menjadi perantara antara perusahaan dan masyarakat dalam hal penyelesaian masalah diantara keduanya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Hamsi mengatakan, sudah seharusnya perusahan dari segala sektor berkomitmen terhadap pengelolaan lingkungan. Harus memperhatikan lingkungan yang di dalamnya terdapat masyarakat sekitar.

"Ketika perusajaan mengajukan ijin lingkungan mereka harus berkomitmen menjaga lingkungan,” bebernya.

Hamsi mengingatkan kepada masyarakat untuk turut serta memantau segala aktivitas yang ada di lingkungan tempat tinggalnya.  “Sembari kita melihat laporan-laporan selama ini yang dilakukan, jadi jika sudah sesuai aturan ya kita juga akan memantau langsung apa sesuai dengan laporan tersebut,” tuturnya. (Sti)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00