Aduh! Zona Merah Lagi Kaltara!

KBRN, Tanjung Selor : Laju peningkatan kasus Covid-19 di sejumlah daerah berimbas pada risiko penularan. Termasuk di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), terbilang saat ini punya risiko tinggi Virus Corona. Berdasarkan data terbaru yang disampaikan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kaltara, dimana empat dari lima daerah kini tercatat dalam kategori zona merah.

Sesuai dengan peta zonasi risiko yang diperbarui oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dalam laman resmi covid19.go.id, hanya Kabupaten Tana Tidung yang kategori zona oranye (risiko sedang). Sedangkan Kabupaten Bulungan, Nunukan, Malinau dan Kota Tarakan termasuk zona merah (risiko tinggi).

“Sesuai ini (data Satgas Covid-19), empat daerah zona merah,” ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kaltara Agust Suwandy, Kamis (29/7/2021).

Menentukan peta risiko itu, sesuai data kasus positif dan pemeriksaan laboratorium berdasarkan data surveilans Kementerian Kesehatan. Dimana, data kapasitas pelayanan rumah sakit, didapatkan berdasarkan data online rumah sakit di bawah koordinasi Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan. Seluruh data dikirimkan oleh Pusdatin Kementerian Kesehatan kepada Satgas Penanganan Covid-19.

“Tapi sayangnya update Satgas Nasional selalu telat. Terhadap daerah, data harus matching dengan pusat karena mereka menetapkan itu juga dari data yang dikirim dari daerah. Tapi analisanya sudah secara sistem untuk penetapan zonasinya,” jelas Agust.

Status zonasi Covid-19 di Kaltara mengalami kenaikan di tengah kebijakan pengetatan. Mulai dari adanya kebijakan PPKM Mikro di Bulungan beberapa waktu lalu. Lalu, dilanjutkan penerapan PPKM Level 3 dan Level 4. Masing-masing di dua daerah dan tiga daerah di Kaltara. “Saat ini perkembangan kasus terus mengalami kenaikan. Semua daerah terus bertambah (paparan Virus Corona),” ungkap Agust.

Untuk diketahui, peta zonasi risiko dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Ada tiga indikator, yakni indikator epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan. (*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00