Bantuan Pekerja Dampak PPKM, Siap-Siap Diterima

KBRN, Tarakan : Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kota Tarakan menunggu regulasi pemberian Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Akan ada pemberian BSU kepada karyawan yang berada di daerah dalam kawasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 25 tahun 2021, di Kalimantan Utara ada tiga daerah yang menerapkan PPKM level 4. Yaitu Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, dan Nunukan. Sehingga hanya pekerja yang berada di daerah tersebut yang bakal menerima BSU.

“Kami mendapat informasi dari Kemenaker, bahwa dalam kondisi pandemi Covid-19, kemungkinan ada penyaluran BSU untuk pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan. Cuma masalah regulasi sedang disusun oleh Kemenaker. Jadi, persyaratannya masih seperti kemarin (tahun 2020),” jelas Kepala BPJS Ketenagakerjaan Tarakan, Deni Syamsu Rakhmanto, Senin (26/7/2021).

Calon penerima subsidi gaji ini diperuntukkan bagi warga negara Indonesia peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Syarat lainnya yakni gaji calon penerima maksimal Rp 3,5 juta atau UMK (Upah Minimum Kota) daerah yang bersangkutan.

Lebih lanjut dikatakan Deni, bahwa jumlah nominal BSU sebesar Rp500 ribu per bulan dan akan diberikan selama 2 bulan. Namun penyalurannya hanya dilakukan sekali bayar dengan besaran Rp1 juta.

“Untuk fakir miskin sudah ada PKH (Program Keluarga Harapan), sedangkan untuk pekerja menengah ke bawah sektor formal dan peserta BPJS Ketenagakerjaan akan mendapatkan BSU sebagai salah satu apresiasi dari pemerintah. Karena selama pandemi Covid-19 banyak perusahaan yang tidak beroperasi karena PPKM, yang non esensial tutup sehingga dirumahkan. Oleh karena itu, sangat perlu dan penting sekali untuk mendapatkan bantuan,” bebernya.

Dalam program ini, BPJS Ketenagakerjaan memberikan data sesuai dengan kriteria untuk diserahkan ke Kemenaker. Selanjutnya, data tersebut diverifikasi sebelum penyaluran bantuan. Untuk proses, masih sama seperti sebelumnya. Nantinya perbankan yang akan mengirim secara langsung ke rekening masing-masing pekerja.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00