Kaltara Jalur Penyelundupan Narkoba

KBRN, Tanjung Selor: Indonesia menjadi salah satu negara sasaran empuk bagi peredaran narkoba,  baik lokal maupun jaringan internasional. Tingginya permintaan atas barang haram ini, menjadikan pasokan narkoba ke Indonesia begitu massif dilakukan. Perairan Kaltara pun menjadi salah satu jalur sutera atau jalur seksi bagi mafia narkoba. Letak geografis Kaltara yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia menjadi alasan perairan di provinsi paling bungsu ini menjadi pilihan.

“Kalau perairan Kaltara ini, masuk di kawasan ALKI (alur laut kepulaun Indonesia) II. Jadi nanti melalui perairan Filipina selatan terus masuk ke bagian Tawau (Malaysia). Setelah itu, baru masuk ke perairan kita (Kaltara) lalu ke daerah lainnya,” kata Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Samudi melalui Penyuluh Narkoba Ahli Pertama, Rizki Adi Priatama.

China dan negara yang masuk di The Golden Triangle atau segitiga emas (Thailand, Vietnam dan Kamboja) disinyalir jadi suplaier narkoba ke Indonesia. Beberapa barang bukti yang diungkap, modusnya membungkus sabu dengan kemasan teh asal Tiongkok bermerek Guanyinwang. Bahkan, kata dia, modus seperti itu juga sudah pernah ditemukan jajarannya di Kaltara. Termasuk, juga membungkus sabu di beberapa produk makanan dengan modus untuk mengelabui petugas.

“Semua barang (narkoba) yang dikemas dalam bungkus teh itu, kalau bukan dari negara Cina ya pasti dari The Golden Triangle itu (Thailand, Vietnam dan Kamboja). Modus baru yang saat ini sedang kita usut, barangnya dikemas ke dalam produk makanan,” jelasnya.

Selain dijadikan sebagai jalur penyeludupan, wilayah perairan juga dijadikan para pelaku sebagai lokasi transaksi. Luasnya wilayah perairan Kaltara, kata Rizki, menjadi tantangan jajarannya bersama stakeholder lain untuk melakukan pengungkapan.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00