Pemkot Hentikan PTM Jika Muncul Klaster Penularan Covid 19

KBRN, Tarakan : Pelaksanaan sekolah dengan sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah bisa dilaksanakan di Tarakan. Meski demikian Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 yang juga Wali Kota Tarakan menegaskan, pihaknya akan menghentikan proses PTM kepada sekolah yang kedapatan menjadi klaster penularan Covid-19.

“Kalau nanti dievaluasi, ada kasus atau ledakan pasti kita cari dan pastikan apakah sudah melakukan protokol kesehatan dengan benar apa belum? Kalau tidak akan kita tutup lagi. Tetapi tidak semua sekolah yang ditutup, tetapi yang bermasalah saja,” terangnya, Minggu (13/6/2021).

Lebih lanjut dikatakan Khairul, dalam penanggulangan Covid-19 seperti mengendarai mobil di mana terkadang kita harus tancap gas, tetapi ada kalanya harus dilakukan pengereman. Dan saat ini Tarakan telah memasuki zona kuning, diharapkan bisa hijau.

“Kalau kita lihat belum ada klaster PTM, bahkan Ramadan yang kita khawatirkan akan muncul malah tidak ada, hanya beberapa daerah yang ada. Oleh karena itu, kita berterima kasih kepada masyarakat bahwa kebebasan yang kita berikan, kebebasan yang bertanggungjawab, tidak kebebasan sebebas-bebasnya. Kita bebaskan tapi tolong protokol kesehatan dijaga, kalau dijalankan ini saya rasa amanlah,” bebernya.

Khairul mengungkapkan, bila pelaksanaan PTM dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik, maka aman dari penyebaran Covid-19. Yang berbahaya justru tidak ada PTM tetapi masyarakat tidak melaksanakan protokol kesehatan dan berkeliaran kemana-mana.

“Ini jauh lebih berbahaya karena tidak terkontrol, tetapi PTM dibawah kontrol sehingga lebih aman. Karena kapan masuknya, di mana duduknya semua ada prosedurnya. Kan itu tergantung pelaksanaanya. Kalau tidak disiplin itu yang menjadi problem yang sebenarnya, kalau dilaksanakan protokol kesehatan saya hakul yakin tidak ada masalah, yang masalah itukan kalau ada deviasi dalam implementasi, aturanya begini tetapi melenceng kemana-mana,” paparnya.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00