Salat Tarawih di Tarakan Diimbau Hanya 8 Rakaat

KBRN, Tarakan : Meskipun pelaksanaan ibadah salat tarawih sudah diperbolehkan, namun ada hal-hal yang tetap menjadi perhatian selama pelaksanaan ibadah di bulan Ramadan. Oleh karena itu, Wali Kota Tarakan menerbitkan Surat Edaran Nomor : 273/346/SATGAS/2021 tentang Panduan Kegiatan Selama Bulan Ramadan dan Idulfitri 1 Syawal 1442 Hijriah di Tengah Pandemi Covid-19.

Dalam SE yang diterbitkan Rabu 7 April 2021 tersebut, juga didasarkan pada perkembangan kasus Covid-19. Meskipun relatif melandai, tetapi masih ditemukan kasus transmisi lokal. Kemudian melihat perkembangan di 4 kabupaten lain di Kalimantan Utara.

Di samping itu, sampai saat ini Covid-19 masih menjadi pandemi nasional sehingga Tarakan setiap saat masih mempunyai potensi terancam mendapatkan kasus kiriman. Menimbang hal tersebut, maka masyarakat Tarakan, khususnya umat Islam untuk mematuhi pedoman tersebut.

Salat tarawih berjamaah dapat dilaksanakan di masjid/musala dengan menerapkan protokol kesehatan. Yaitu menjaga jarak minimal 1 meter, memakai masker, mencuci tangan dan membawa perlengkapan salat sendiri.

Selain itu, jumlah jamaah paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan. Pelaksanaan salat tarawih berjamaah diimbau untuk memanfaatkan waktu pelaksanaan dengan jumlah 8 rakaat ditambah 3 rakaat salat witir, dengan membaca surat-surat pendek. Bagi jamaah yang akan melaksanakan salat tarawih lebih dari 8 rakaat disarankan untuk melanjutkan di rumah masing-masing.

Untuk ceramah agama saat salat Tarawih, peringatan malam Nuzulul Quran, kuliah subuh dan majelis ilmu lainnya dilaksanakan paling lama 15 menit. Penceramahnya juga tidak diperkenankan mendatangkan dari luar kota.

Yang tidak kalah pentingnya pada poin 4, yaitu tidak diperkenankan melaksanakan buka puasa dan sahur bersama yang berpotensi menimbulkan kerumunan orang. Bagi masjid/musala yang menyiapkan hidangan buka puasa (takjil), diimbau untuk tidak menyiapkan menu berbuka puasa bersama yang menyebabkan kerumunan orang. Hidangan berbuka puasa cukup disiapkan dalam bentuk kotakan/bungkusan.

Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, sedekah, serta zakat fitrah oleh Baznas dan lembaga zakat lainnya, dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Pasar Ramadan diperkenankan pada tempat yang telah ditunjuk oleh pemerintah, dengan menerapkan protokol kesehatan.

Masih dalam SE Wali Kota, Salat Idulfitri 1 Syawal 1442 Hijriah dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan menerapkan protokol kesehatan, dan membatasi jumlah jamah paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat penyelenggaraan ibadah. Tidak melaksanakan takbiran keliling dan kegiatan lain yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti festival Ramadan, dan lain sebagainya. Kegiatan takbir keliling cukup dilakukan di masjid/musala dengan menggunakan pengeras suara atau live streaming.

“Tidak melaksanakan open house, halalbihalal dan sejenisnya. Silaturahmi dilakukan terbatas di antara keluarga, teman, dan kerabat terdekat yang status kesehatannya diketahui secara pasti atau dilaksanakan melalui media sosial, video call atau video conference. Pengurus dan pengelola masjid/musala harus melakukan disinfektan sebelum dan setelah selesai kegiatan peribadatan atau kegiatan keagamaan,” terang Khairul, Kamis (8/4/2021).

Sementara itu, Kepala Satpol PP Tarakan, Hanip Matiksan akan melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait lainnya. Tujuannya untuk melakukan razia prokes, termasuk tempat makan yang digunakan sebagai lokasi buka puasa bersama.

“Warung kalau sore tidak boleh digunakan untuk buka puasa bersama. Kalau siang harus ditutup tidak boleh terlalu mencolok kalau sedang berjualan makanan. Kita akan jalankan sesuai dengan surat edaran yang sudah diterbitkan oleh wali kota,” tegasnya. (*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00