Kemenag Waspada Indikasi Adanya Aliran Sesat

KBRN, Tarakan : Aliran sesat masih menjadi perhatian serius pemerintah. Untuk itu, Kementerian Agama membeberkan beberapa indikator adanya aliran sesat yang harus segera ditindak.

Bagi masyarakat yang mengetahui, diminta segera malapor ke tim koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) Kota Tarakan.

Kantor Kementerian Agama Tarakan, yang menjadi salah satu anggota Pakem menegaskan, ada beberapa indikator bahwa suatu kepercayaan atau aliran dapat dikatakan sesat. Di antarnya, pelaksanaanya dilakukan secara sembuyi-sembunyi, tertutup hanya untuk jemaahnya, serta biasanya dilakukan tengah malam hingga pagi hari.

“Ini adalah tanda awal, selanjutnya mengajarkan yang tidak sesuai dengan kaidah Islam, misalnya membayar nominal tertentu untuk bisa masuk surga,” terang Kepala Kantor Kementarian Agama Tarakan, H.M, Shaberah, Kamis (8/4/2021).

Jika melihat indikator tersebut, segera laporkan ke tim koordinasi Pakem, yang terdiri dari Kejaksaan Negeri Tarakan, TNI/Polri, Badan Intelijen Nasional (BIN), dan Pemerintah Kota Tarakan agar segera ditindaklanjuti, sebelum berkembang dan meresahkan.

“Terkadang ada juga gurunya tidak dikenal sebagai ahli agama, tidak dikenal rajin beribadah, tidak menekuni ilmu agama, tetapi tiba-tiba mengaku sebagai ustaz. Selain itu, masuk dalam komunitas tersebut ada bai’at, dan janji-janji tertentu, salah satunya untuk taat dan setia kepada pimpinan kelompok ajaran ini,” ungkapnya.

Kemudian cara beribadah yang tidak umum atau lazim dilakukan, serta adanya tebusan dosa dengan membayar sejumlah uang.

Beragam cara dilakukan orang untuk melakukan niat jahat, menjadikan agama sebagai kedok kejahatan. Sehingga jika tidak jeli maka bisa menyesatkan.

“Aliran sesat biasanya juga tidak percaya pada malaikat, atau tidak mengakui salah satu rukun Islam. Selain itu, Nabi Muhammad adalah nabi terakhir, sehingga kalau ada yang mengaku-ngaku nabi, maka dapat dibilang bahwa yang bersangkutan telah tersesat. Mengkafirkan sesama muslim juga menjadi salah satu indikator, karena sesungguhnya orang yang mengatakan orang lain kafir, justru dirinya yang kafir,” paparnya. (*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00