RKPD 2022 Tuntaskan Capaian Sasaran Pembangunan

KBRN, MALINAU- Pelaksana Tugas (PLT) Bupati Malinau Dr Topan Amrullah S.Pd M.Si mengungkapkan, sebagai penjabaran dari  RJPMD Malinau tahun 2005 - 2025, RKPD tahun 2022 memiliki arti yang penting dalam menuntaskan pencapaian sasaran pembangunan yang belum optimal pencapaiannya pada tahun sebelumnya.

Hal itu  sampaikan Topan Amrullah saat membuka kegiatan forum organsiasi perangkat (OPD) daerah dalam penyusunan rencana kerja rancangan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2022 pada Rabu, (3/3/2021). Untuk mendukung upaya tersebut, maka ditetapkan 6 (enam) sasaran pembangunan Kabupaten Malinau Tahun 2022. Antara lain peningkatan percepatan pengurangan kemiskinan dan pengangguran, berkembang dan semakin mantapnya ekonomi lokal dalam rangka transformasi struktur ekonomi dan dominasi sektor primer ke sektor ekonomi sekunder maupun tersier yang meyerap tenaga kerja. Kemudian beningkatkan kualitas sdm yang berdaya saing,  dan meningkatnya infrastruktur dan pemerataan pembangunan yang menurunkan tingkat kesenjangan antar wilayah serta membuat wilayah semakin berkembang. Meningkatnya kualitas dan kelestarian lingkungan hidup dengan menurunnya emisi gas rumah kaca dan bencana akibat kerusakan lingkungan.

“Serta meningkatnya penyelenggaraan pemerintahan secara bersih, bertanggung jawab, efisien, efektif, tertib dan aman,” sebut Topan Amrullah.

Semua sasaran dan prioritas daerah itu, kata Topan Amrullah, nantinya diterjemahkan ke sejumlah program prioritas dan dirincikan dalam beberapa kegiatan prioritas. Oleh karena itu, program prioritas pembangunan yang diusulkan menjadi rencana kerja perangkat daerah harus berorientasi pada pencapaian sasarandimaksud. “Program dan kegiatan perangkat daerah harus diarahkan untuk mencapai hasil dan keluaran dan dituangkan dalam indikator-indikator kinerja dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD),” tukasnya.

Kepala Badan Perencanaan pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Malinau Dr. Kristian Radang M.Si, diselenggarakannya forum perangkat daerah ini  ada beberapa tujuan. Di antaranya menyelaraskan program dan kegiatan perangkat daerah dengan usulan program dan kegiatan hasil Musrenbang kecamatan serta pokok-pokok pikiran DPRD Kabupaten Malinau.Mempertajam indikator serta target kinerja program dan kegiatan perangkat daerah sesuai dengan tugas dan fungsi perangkat daerah.Menyelaraskan program dan kegiatan antar perangkat daerah dalam rangka optimalisasi pencapaian sasaran sesuai dengan kewenangan dan sinergitas pelaksanaan prioritas pembangunan daerah. Menyesuaikan pendanaan program dan kegiatan prioritas berdasarkan pagu indikatif untuk masing-masing perangkat daerah.Forum perangkat daerah ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari mulai Rabu  sampai Jumat mendatang (3 s/d 5 Maret 2021). “Kurang lebih 300 peserta yang terdiri dari unsur pimpinan pemerintah daerah, unsur DPRD Kabupaten Malinau, pejabat eselon II, III dan IV, camat, kepala desa dan ketua RT, serta pemangku kepentingan lainnya,” sebut Kristian Radang.

Mekanisme pelaksanaannya, terang Kristian Radang, acara pembukaan, dilaksanakan dengan metode daring  menggunakan aplikasi zoom meeting, bertujuan untuk meminimalisir penyebaran covid-19 yang semakin meningkat akhir– akhir ini.  Pembagian desk dilaksanakan secara tatap muka atau pertemuan langsung, diharapkan para pemangku kepentingan hadir dan mengikut sertakan stafnya untuk mengikuti kegiatan ini agar saran dan pertimbangan bisa lebih efektif, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. “Pelaksanaan forum perangkat daerah(OPD) merupakan amanat permendagri 86 tahun 2017 pasal 84, yang menyatakan bahwa rancangan awal Renja perangkat daerah di bahas dengan pemangku kepentingan dalam forum perangkat daerah untuk memperoleh saran dan pertimbangan,” tegasnya.(Widayat/ RRI Malinau)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00