Sepi Penumpang, Pendapatan Driver Taksi Online di Tarakan Terjun Bebas

KBRN, Tarakan : Dampak wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), perlahan mulai dirasakan oleh taksi online. Pengguna jasa taksi daring selama covid-19 di kota Tarakan mulai berkurang bahkan imbasnya kepada pendapatan driver taksi online yang terjun bebebas.

Prima Putra, salah seorang driver Grab mengatakan, sebelum adanya pandemi covid-19 dalam sehari mampu membawa 20 orang penumpang. Namun, selama wabah covid-19 melanda Tarakan dalam sehari hanya ada 5 hingga 7 penumpang.

"Semenjak pandemi covid-19 sangat terasa, sehari saya bisa mendapatkan Rp 300 ribu namun untuk saat ini cuma Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu," kata Prima, Rabu (15/4/2020).

Prima mengakui dengan pendapat tersebut membuat perekonomiannya semakin terhimpit utamanya membeli kebutuhan dapur dan susu anaknya yang masih kecil.

"Saya memikirkan anak saya yang masih kecil," ucap Prima dengan nada sedih.

Walaupun demikian Prima bersyukur Pemerintah Indonesia mengumumkan program kartu pra kerja, dan ia pun mengaku sudah mendaftar sambil menunggu hasil verifikasi.

"Sebagai mitra grab kita juga diminta untuk mendaftar dan ini tinggal menunggu hasil verifikasi, ya mudahan saja lolos, sebab disaat sepi penumpang saya harus putar otak untuk mendapatkan penghasilan tambahan, bahkan saya berencana untuk menanam lombok di pekarangan belakang rumah, nanti jika panen bisa dijual," tutup Prima.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00