Isu Pasar dan Toko Akan Tutup Resahkan Warga Tarakan

KBRN, Tarakan : Semenjak wabah corona virus disease (covid-19), berbagai informasi hoax mulai bermunculan di media sosial, bahkan soal penutupan toko dan pasar menjadi hoax yang sangat meresahkan warga Tarakan. 

Ridha salah seorang ibu rumah tangga mengatakan, ia menemukan status diakun media sosial yang informasinya memberitahukan, Jumat 10 April pasar di Tarakan akan tutup sehingga ia bergegas ke pasar untuk membeli kebutuhan pokok yang diperlukan. 

"Saya tahunya pasar akan tutup dari media sosial," kata Ridha, Kamis (9/4/2020).

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Pedagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disdakop dan UMKM) Tarakan, Untung Prayitno menegaskan, bahwa isu pasar dan toko tutup disaat pandemi covid-19 adalah hoax dan bukan cuma sekali. Ia meminta masyarakat untuk tidak panik sebab pasar dan toko tetap buka seperti biasa. 

"Bahwa informasi itu tidak benar itu hoax. Pasar dan toko tetap buka seperti biasa," jelas Untung. 

Ia juga mengingatkan, jika masyarakat pergi berbelanja ke pasar untuk tetap menjaga diri seperti tidak berdesak-desakan, menggunakan masker dan tetap mencuci tangan di tempat yang telah disiapkan. 

"Kalau ke pasar hindari gerombolan, dan jangan kepasar kalau tidak ada yang dibeli. Kita juga sudah mengimbau kepada toko untuk pembayaran di kasir tetap menjaga jarak, disediakan tempat cuci tangan," bebernya. 

Diakui Untung, banyaknya berita di televisi dari berbagai daerah yang menginformasikan ada pasar atau toko yang tutup semenjak terjadinya wabah covid-19, tentunya secara tidak langsung berdampak bagi masyarakat Tarakan yang khawatir hal serupa juga terjadi di Tarakan. 

"Mungkin mereka melihat di media televisi, di daerah lain pasar dan toko tutup, jadi kemungkinan mereka berfikir Tarakan akan seperti  itu. Akhirnya masyarakat menerka-nerka sendiri. Jadi intinya toko dan pasar tetap buka," tutup Untung.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00