ASN Wajib Gunakan Batik Lokal, Industri Batik Tarakan Bangkit

KBRN, Tarakan : Industri kerajinan batik motif Tarakan yang telah lama mati suri selama 9 tahun, pada tahun ini perlahan bangkit kembali dengan diwajibkannya Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota (Pemkot) menggunakan batik motif Tarakan.

Pengerajin batik Tarakan, Sony Lolong mengatakan, batik Tarakan punya desain baru yang menggambarkan Padau Tuju Dulung (Perahu tujuh haluan,red). Motif tersebut, merupakan motif yang berasal dari suku Tidung yang merupakan suku asli Tarakan.

"Sebelum motif Padau Tuju Dulung ditetapkan, sudah ada beberapa motif yang di perlihatkan ke Wali Kota seperti pompa angguk, bekantan, mangrove namun tidak disetujui karena tidak mencerminkan ke khasan lokal, akhirnya motif Padau Tuju Dulung yang di jadikan sebagai batik Tarakan," kata Sony, Senin (17/2/2020).

Wali Kota Tarakan, dr Khairul,M.Kes menambahkan, selama ini batik yang dikenakan oleh ASN bukan motif khas Tarakan melainkan motif dari daerah luar. Sehingga sudah saatnya batik motif Tarakan dikenakan saat hari Kamis dan Jum'at.

"Kalau di Pemkot ini, Kamis dan Jumat menggunkan batik, selama ini kan batik macam-macam ada yang memakai batik Solo, batik Jogja, batik Pekalongan dan segala macam. Kedepannya ASN dilingkungan Pemkot menggunakan batik motif Tarakan," ungkap Khairul.

Kedepan setelah pegawai Pemkot Tarakan menggunakan batik bermotif Padau Tuju Dulung, bisa diikuti instansi vertikal dengan menggunakan batik motif Tarakan, lalu anak sekolah.

"Batik Tarakan bisa menjadi oleh-oleh, selain itu, pengerajin batik yang ada di Tarakan tidak boleh membuat batik diluar Tarakan wajib membuat sendiri  sehingga UMKM batik Tarakan tumbuh," tutup Khairul.(jn)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00