PT Kayan Hydro Energy Pastikan Tahun Depan Mulai Pra Konstruksi Proyek PLTA Kayan I

KBRN, TARAKAN : Awal tahun 2020 dipastikan progres proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PT Kayan Hydro Energy di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, mulai masuk tahap pra konstruksi.

Saat dikonfirmasi, Direktur Operasional PT Kayan Hydro Energy (KHE), Khaerony mengungkapkan, pihaknya sudah berkonsultasi maupun koordinasi dengan Pemprov Kaltara dan pemkab Bulungan, terkait persiapan awal tahun 2020 yaitu melakukan pembuatan jalan, mess dan lain-lain.

“Kita kerjasama dengan TNI AD untuk peledakan (Blasting) bebatuan untuk membuka jalan. Proyek lima PLTA ini nantinya mengalirkan listrik sebesar 9000 Mega Watt (MW), Pembangkitnya di beri nama Kayan I, Kayan II, Kayan III, Kayan IV dan Kayan V,” terangnya, usai pertemuan tahunan Bank Indonesa Perwakilan Kaltara, Rabu (11/12/2019).

Khaerony menjelaskan, nilai investasi pembangunan lima PLTA ini sebesar Rp280 triliun. Ia mengaku, khusus pembangunan di PLTA Kayan I, pihaknya akan mengeluarkan cost yang lebih besar, yaitu di kisaran Rp27-28 triliun, karena Karena infrastrukturnya memulai dari nol.

“Pengerjaan konstruksi, sesuai arahan dan instruksi Presiden Joko Widodo dan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Irianto Lambrie. Karena Pak presiden mengharapkan listrik ibu kota baru nanti disuplai dari PLTA Kayan ini. Kami juga berharap saat pemancangan konstruksi nanti dihadiri Pak Presiden,” ungkapnya.

Khaerony mengatakan, konstruksi PLTA Kayan I akan selesai di 2024. Namun dalam satu tahun harus dilakukan pengisian bendungan, sehingga tahun 2025 dipastikan dapat mengaliri listrik.

“PLTA Kayan I nanti mampu mengaliri listrik sebesar 900 MW, sehingga tidak menutup kemungkinan di 2023 kebutuhan listrik untuk kebutuhan KIPI (Kawasan Industri Pelabuhan Internasional) Tanah Kuning, dapat di aliri PLTA kayan I. Kita juga rencanakan sumber listirik dari PLTA Kayan dapat di import ke Serawak Malaysia sebesar 350 MW. Selain itu dalam perencanaan PLN juga listrik dari PLTA ini tidak hanya untuk rumah tangga, tapi akan mampu memenuhi kebutuhan listrik se Kalimantan,” bebernya.

Ia juga memastikan, 70 persen tenaga kerja pembangunan PLTA itu akan memprioritaskan warga lokal Kaltara. Sementara sisanya adalah pekerja asing yang bertugas sebagai tenaga ahli.

“Terkait pembebesan lahan progresnya sudah hamper 90 persen. Kalau di bilang ada kendala, jelas ada. Tapi kendala yang kita hadapi hanya kecil saja,” tuntasnya. (crz)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00