Fasilitasi Pembantik, Asosiasi Pembantik Malinau Akan Dibentuk

KUnjungan pengurus Dekranasda Malinau ke perajin batik saat berpose bersama.jpg
Rombongan pengurus Dekranasda Malinau saat melihat langsung kain batik yang sudah jadi pada selasa (28/6/22) pagi.jpg
Pengurus Dekranasda Malinau saat memamerkan batik yang sudah jadi di sela kunjungannya Selasa (28/6/22) pagi.jpg

KBRN – Malinau : Geliat produksi batik di Kabupaten Malinau, baik batik tulis maupun batik cap terus berkembang. Tidak hanya bekembang dari segi produksi saja, tetapi juga dari segi motif ukiran serta jumlah yang menggeluti juga terus bertambah walalupun masih dalam tahap belajar. Terlebih, Pemkab Malinau telah mewajibkan setiap sekolah dari semua jenjang baik tingkat PAUD, TK, SD hingga SMP untuk menggunakan batik local Malinau.

Hal ini, kata Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten Malinau, Maylenty Wempi, diperlukan kesiapan dan kesanggupan para pelaku industri batik di Malinau untuk membanyak produksinya. “Jadi, dari kunjungan ini  saya memastikan kesiapan dari semua pengrajin batik ini bahwa pengrajin siap dan memang produksi dan pembuatan batik ini langsung dari Malinau sendiri dan itu di rumah pengrajin itu sendiri,” terang Maylenti Wempi kepada RRI usai melakukan kunjungan ke sejumlah rumah indsutri batik pada Selasa (28/6/22) siang.

Namun diakui Maylenti Wempi, dari kunjungan ke bebrapa perajin batik juga mengeluhkan adanya beberapa kendala yang dihadapi. Di antaranya adalah bahan baku yang terlalu mahal karena  mendatangkan dari luar daerah, sehingga berpengaruh pada harga jual mahal yang selama ini jadi keluhan konsumen juga.

“Jadi, saya sudah sampaikan bahwa saat ini lagi proses ke notaris untuk pembentukan asosiasi pembatik Malinau. Ke depannya, harga bahan baku batik ini akan membantu membelanjakan kebutuhan pembatik ini agar ke depan harga batik ini lebih murah,” ungap ketua TP PKK Kabupaten Malinau ini.

Dengan harapan, sambungnya lagi, jika sudah dibantu terhadap kebutuhan bahan baku batik ini akan dapat menekan harga jual batik ini lebih murah. Jika sudah ada asosiasi pembantik ini, nantinya diharapkan bisa membantu menekan harga jual batiknya. “Karena itu juga yang menjadi keluhan pembeli lantaran harga batiknya mahal, jadi harapan kita bisa ditekanlah harga jualnya lebih rendah lagi,” ujar Maylenti Wempi.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar