BUMDesa Diharap Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Desa

RN, Bulungan : Bupati Bulungan melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H Jamaluddin Saleh, S.Pd membuka pelatihan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) angkatan VI di Gedung Bepekot Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) di Jl Kol H Soetadji, Tanjung Selor pada Kamis (19/5). BUMDesa diharapkan dapat meningkatan Pendapatan Asli Desa serta perekonomian masyarakat desa.

“Agar semua pihak baik pemerintahan desa, badan pengawas maupun pengelola BUMDesa memiliki kompetensi untuk menggerakkan BUMDesa sehingga maju dan berkembang,” ujarnya dalam kegiatan yang menghadirkan Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Banjarmasin, serta koordinator tenaga pendamping profesional Kalimantan Utara dan Kabupaten Bulungan. 

Dijelaskan, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah menunjukkan, bahwa desa tidak hanya sebagai unit administratif di bawah pemerintahan daerah, serta memberikan kewenangan yang begitu besar untuk menangani urusan masyarakatnya.

Paradigma ini, tentunya sebagai jawaban, agar desa dapat mempercepat terwujudnya kemandirian desa. Karena, dengan tumbuhnya desa-desa yang mandiri dan sejahtera akan dapat membalikan fakta, bahwa 70 persen pertumbuhan ekonomi hanya terpusat di kota.

Dalam UU Desa Desa pasal 87 ayat 1 dibunyikan, bahwa desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa yang disebut Bumdesa, dengan tujuan dapat meningkatkan pendapatan asli desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. 

 “Jika Pendapatan Asli Desa meningkat, maka yakinlah, akan berkonstribusi pula pada kemandirian desa, sehingga pada gilirannya akan terwujud kesejahteraan masyarakat desa,” tandasnya.  

Diingatkan, sinergitas pengelolaan harus dibangun antara pemerintah desa dan pengelola BUMDesa, di mana semua pihak harus menghilangkan ego sektoral, karena membangun perekonomian desa tidak bisa hanya dari satu sektor tapi perlu multi sektor. 

“Saya berpesan kepada pemerintah desa, berikan dukungan secara totalitas kepada BUMDesa agar tetap tumbuh dan berkembang menjadi lembaga mikro ekonomi di desa,” ucapnya.  

Pengelola BUMDesa diminta terus membangun sinergi dengan semua pihak untuk menggali seluruh potensi yang ada di desa ini secara baik, terukur dan terarah serta kembangkan unit usaha yang produktif bersifat komersial. 

Pemerintah desa dan pengelola BUMDesa juga diminta memahami serta mendalami tata cara pengelolaan BUMDesa sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa, Permendagri Nomor 96 Tahun 2017 tentang Tata Cara Kerja, serta petunjuk teknis lainnya terkait bantuan keuangan kepada desa, agar dapat benar-benar memajukan desa dan terutama masyarakat desa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar