Dampak Pandemi, Angka Kemiskinan di Tarakan Meningkat

KBRN, Tarakan : Sempat terjadi penurunan angka kemiskinan di tahun 2019 lalu, namun berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan terbaru, angka kemiskinan kembali mengalami kenaikan sejak tahun 2020 hingga 2021 kemarin. 

Kondisi ini disebabkan beberapa faktor. Salah satunya pandemi Covid-19 yang mendongkrak inflasi namun tidak dibarengi dengan pendapatan yang meningkat.

“Angka kemiskinan berdasarkan hasil survei 2021, Tarakan naik menjadi 6,71 persen, yang jadi kemungkinan kalau dilihat dari indeks keparahan dan kedalaman kemiskinan. Ada penduduk miskin berada di garis kemiskinan,” ungkap Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Tarakan, Kiki Darmayanti, Kamis (14/01/2022).

Ditambahkannya, jika dilihat dari indeks keparahan dan kedalaman dari tahun 2020 ke 2021 juga meningkat. Dimana angka kedalaman kemiskinan di 2020 sebesar 0,77, sedangkan keparahan kemiskinan 0,15 persen. kemudian pada tahun 2021 angka kedalaman kemiskinan 1,01, serta angka keparahan kemiskinan 0,23.

“Kalau dilihat angka, sebenarnya di 2019 itu sudah turun di angka 6,00 persen, sedangkan di 2018 angka kemiskinan Tarakan 6,15 persen. Tetapi di 2020 naik menjadi 6,24 persen dan di 2021 naik lagi 6,71 persen. Kalau dilihat secara garis besarnya, karena pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Covid-19 masuk ke Tarakan awal 2020. Sempat terjadi panic buying atau pembelian komoditas karena takut barang kebutuhan menjadi langka. Kondisi ini memicu harga-harga naik yang pada akhirnya memicu naiknya angka kemiskinan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar