Wujudkan Kemandirian Kader, GP Ansor Kaltara Terima Pelatihan Pendampingan UMKM

KBRN, Tarakan : Pandemi Covid-19 sangat berdampak bagi sendi-sendi perekonomian bangsa, bahkan tidak sedikit mereka yang pekerja, harus di PHK oleh perusahaannya karena menurunnya pemasukan. Untuk itu, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan Pelatihan Pendampingan UMKM, Minggu (05/12/2021).

Wakil Sekjen Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor Bidang Ekonomi, Addin Jauharudin mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan di kota Tarakan ini merupakan kegiatan yang diinisiasi Ansor pusat di 34 lokasi lainnya, yang dilaksanakan di seluruh Indonesia.

“Untuk di Tarakan ini diadakan mencakup seluruh kabupaten-kota di Kalimantan Utara. Harapannya adalah dengan situasi pandemi Covid-19 yang selama dua tahun ini setidaknya Ansor harus bangkit, dengan cara kita kasi motivasi pelatihan ke wirausahawan,” ujar Addin Jauharudin kepada RRI, Minggu (05/12/2021).

Yang kedua, lanjut Addin, dengan cara menjual produk-produk, pembiayaan KUR UMKM melalui bank, kembangkan 1000 pertashop di seluruh Indonesia, yang diharapkan dengan cara ini maka membantu untuk tumbuh dan semangat kembali.

“Tahapan pertama kita memotivasi internal dulu, karena bicara soal Ansor ya bicara soal pribadinya dan lingkungan keluarganya, kita ingin prodak-prodak ini tidak hanya dinikmati pengurus tapi juga keluarga besarnya,” ujarnya. 

Dikatakan Addin, kalau data jumlah UMKM yang terlibat belum ada secara pasti, tapi berjalan kedepan akan disebarkan google forms untuk pendataan UMKM. Sehingga, internal segera mengklasifikasikan baik itu UMKM sudah punya badan usaha maupun individu.

“Yang paling penting kita ingin tahu seberapa besar jaringan usaha dari sahabat-sahabat Ansor ini, untuk di Kaltara ini produk UMKM mulai dari kelontongan, usaha kuliner, oleh-oleh khas Kaltara tentunya,” tambahnya. 

Diharapkan pasca pelatihan dua bulan ini, kedepan para UMKM ini sudah terintegerasi dan platformnya sudah diselesaikan, sehingga pelaku UMKM seluruh Indonesia bisa saling terkoneksi. 

Sementara itu, Ketua GP Ansor Kaltara Wawan Eko menjelaskan, ajaran para ulama NU sejak awal terbentuknya NU diawali dengan kebangkitan kaum pedagang atau menggalakkan soal usaha, hal ini dilakukan sebelum kemerdekaan.

"Lalu Ansor coba meramu bekerja sama beberapa BUMN salah satunya perbankan, salah satunya bank BNI yang menggerakkan usaha kecil menengah. Kita juga bekerja sama dengan Pertamina dengan program pertashop. Kita juga ada pemateri dari PT Pos Indonesia bagaimana bisa berkolaborasi dengan banyak pihak," Jelasnya. 

Dalam hal ini, Wawan menekankan, bagaimana PC Ansor se Kaltara mampu memberikan informasi yang pasti kepada kader-kadernya, ini salah satu bentuk support kepada negara dalam revolusi mental, mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa.

"Kedepannya program ini mampu diaplikasikan khususnya kepemudaan GP Ansor, pemuda NU dan pemuda pada umumnya bersama mengerakkan ekonomi kerakyatan melalui program-program itu," Tutup Wawan. (*) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar