PT BBS Beroperasi, Apkasindo Berharap Akomodir Panen Petani Lokal

Buah sawit yang akan diolah di pabrik CPO PT BBS di Malinau.jpg
Pabrik CPO PT BBS yang beroperasi Malinau.jpg

KBRN – Malinau : Beroprasinya PT Bukit Borneo Sejahtera (BBS) dalam pengolahan dan pembelian buat sawit, diharapkan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Malinau agar perusahaan tersebut dapat mengakomodir hasil panen tandan buah segar milik petani di Malinau.

Sebabm kata Apkasindo Malinau, Samuel Yusuf mengatakan, sejak pabrik tersebut tidak beroperasi, kelompok tani sangat kesulitan menjual hasil panennya. Sehingga, para petani kebun kelapa sawit menjual hasil panennya di luar Malinau. “Selama tidak beroperasi, petani menjualnya ke KTT, Sembakung dan ke pengepul. Syukurnya harga TBS (tandan buah segar, Red) senilai Rp2.700,” jelas Samuel Yusuf.

Dengan beroperasinya pengolahan pabrik kelapa sawit di Malinau tersebut, sambung Samuel Yusuf, maka harga TBS akan disesuaikan. “Karena baru beroperasi, para petani akan menyesuaikan dengan tarif yang ada,” terang mantan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan  dan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Malinau ini.

Menilik penetapan tarif TBS di Malinau,  imbuh Samuel Yusuf, tarif harga dari kelompok petani kelapa sawit seharga Rp2.550 per kilogram. “Tapi harga itu fluktuatif. Pastinya, dari pihak perusahaan juga nanti akan menaikkan,” jelasnya.

Meski demikian, ujar Samuel Yusuf, pabrik pengolah buah awit milik PT. BBS ini dapat beroperasi selamanya. Sehingga dapat mengakomodir hasil panen TBS petani Malinau tersebut. “Harganya juga sudah ditentukan bersama-sama sesuai standar pemerintah daerah. Ke depannya, apabila ada kenaikan harga, maka kita bersama perusahaan dan pemerintah daerah akan kembali membahasnya,” ,” imbuh anggota DPRD Malinau ini dan menegaskan pihaknya akan mendorong kelompok tani kelapa sawit untuk meningkatkan hasil panennya dengan beroperasinya PT BBS ini.

Sementara itu, Advisor PT BBS Toti Pratikno menyebutkan untuk pengolahan pabrik ini mampu menampung berkisar 400 ton per harinya dan bisa mencapai targetnya dan sesuai harapan. Sedangkan untuk penentuan harga TBS, akan melihat pangsa pasar dengan pabrik di Kaltara. “Dengan adanya kompotitor, maka akan menyesuaikan. Saat ini kita berikan harga Rp2.550. Jadi tergantung pasar,” tukasnya. (***)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar