Produksi Udang Menurun, Namun Harga Naik

KBRN, Tarakan: Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kalimantan Utara meminta pihak terkait mengantisipasi  kemungkinan menurunnya harga udang.

“Kalau dibilang ada kenaikan harga, ada, cuma tidak signifikan. Percuma harga tinggi Rp200 ribu sampai Rp500 ribu per kilogram kalau produksi sementara hanya 5 kilogram sampai 10 kilogram,” terang Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HNSI Kaltara, H.M Nurhasan Alhuda, Kamis (15/7/2021).

Untuk itu,  perlu adanya pembicaraan bersama stakeholder terkait, baik itu petambak, asosiasi, coldstorage, maupun pemerintah. Tujuannya agar menjadi barometer untuk menaikkan produksi yang saat ini sedang turun.

Mengenai harga udang, diakuinya dalam 3-4 bulan terakhir stabil, bahkan cenderung naik. Berdasarkan pengamatan dari HNSI, penurunan produksi dipengaruhi beberapa hal, di antaranya kualitas bibit, pencemaran dan predator di tambak yang sulit dikendalikan.

“Ini berdasarkan pengalaman, bukan ilmu. Kita bekerja 30 tahun di tambak, bahkan kita sudah generasi ke kedua. Sementara orangtua ajarkan beda di lapangan, luasan tambak juga sudah berbeda. Dari pemerintah 3 hektare sedangkan kita ada 10 hektare yang kita punya,” paparnya.

Terkait penerapan sistem lactobacillus untuk meningkatkan produski, menurut Nurhasan itu menjadi salah satu upaya, tetapi bukan standar baku di tambak karena kualitas air juga berbeda.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00