Keluhan Warga Menurun Soal Gas Melon, Sejak Ada SPBE di Tarakan

KBRN, Tarakan : Sejak diresmikannya Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di wilayah Bengawan Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan pada 7 Juni 2021 lalu. Masyarakat maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan tak lagi merasa takut akan kondisi alam yang kerap menghambat distribusi tabung gas 3 kg di Tarakan.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Pemkot Tarakan, Catur Hendratmo mengungkapkan dengan adanya SPBE sejauh ini mampu mengurangi proses tunggu yang selama ini memakan waktu lama dengan pengiriman dari luar Tarakan.

 “Kita bisa melihat lah keluhan masyarakat di Medsos itu juga selalu kita pantau, ada proses berkurang dikeluhan masyarakat masalah distribusi tabung gas 3 kg ini,” ujar Catur Hendratmo, Jumat (16/7/2021).

Kata Catur, adanya pemangkasan waktu itu juga berdampak kepada agen-agen yang diyakini ketepatan waktunya untuk mengantar ke pangkalan jauh lebih baik. Dengan seperti itu diharapakan pangkalan tidak ada lagi kekurangan tabung gas.

 “Baik dari sisi kuantitas, maupun sisi waktunya. Jadi waktunya bisa tepat sesuai dengan jadwal juga kuantitasnya bisa terpenuhi, tabung-tabung kita juga bisa lebih aman ya,” katanya.

Mengenai masih adakah oknum-oknum yang mengatasnamakan pengecer tabung gas 3 kg, ia mengimbau agar masyarakat bisa mendapatkan gas melon itu secara resmi di pangkalan.

“Percayakan saja bahwa kita itu mentetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) di pangkalan, artinya dengan harga Rp 16.700 ribu itu di pangkalan darat dan Rp 18.700 itu di pangkalan pesisir. Kita juga meminta masyarakat untuk ambilah hak anda itu di pangkalan. Sehingga dia tidak lagi mencari di pengecer dan saya pikir nanti proses perbaikan distibusinya akan bisa berjalan lah di Kota Tarakan,” paparnya. (*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00