Ekspor Perikanan Kaltara Meningkat

KBRN, Tarakan : Hasil perikanan dan kelautan di Kalimantan Utara menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat.

Berdasarkan data dari Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Tarakan, terjadi kenaikan jumlah ekspor sebesar 10 persen selama 2021. Potensi kenaikan masih akan terjadi jika dilihat dari trend selama ini.

Kepala BKIPM Tarakan, Umar mengatakan, terdapat dua jenis ekspor hasil perikanan dan kelautan di Kaltara ini. Pertama, menggunakan kapal kayu untuk dikirim ke Tawau Malaysia. Kedua, menggunakan kontainer untuk diekspor ke Jepang, Taiwan, Uni Eropa, Inggris, dan Cina.

Untuk ekspor ke Malaysia dilakukan setiap hari dengan nilai mencapai Rp1 miliar sampai Rp2 miliar. Sedangkan untuk ekspor yang menggunakan kontainer dilakukan antara 3-7 hari sekali, dengan nilai sekali kirim bisa mencapai Rp15 miliar.

“Produk perikanan yang kita ekspor dari Kaltara ini sebagian besar dari Tarakan berupa udang windu, kemudian ada ikan segar seperti bandeng, bawal, tengiri, kerapu, kerang, dan lain sebagainya. Namun untuk udang paling banyak ekspor ke Jepang, Cina, dan Taiwan. Tetapi cara kirim barang ke negara tujuan masih membutuhkan biaya tambahan, karena ekspor yang dilakukan via Surabaya dan Jakarta sehingga kapal harus bolak-balik. Ini yang menimbulkan adanya tambahan biaya eskpor,” ungkapnya.

Pengiriman membutuhkan waktu 1 hingga 2 minggu. Selain harus ke Jawa, cuaca selama pelayaran juga mempengaruhi kecepatan ekspor.

Diungkapkan Umar, selama 2021 ini ekspor produk perikanan dan keluatan mengalami tren kenaikan, tetapi tidak secara signifikan dan komoditi perikanan masih menjadi andalan.

“Sempat terguncang di awal pandemi Covid-19, karena beberapa negara tujuan terutama Cina ketat sekali untuk bisa memasukan barang. Jadi bukan hanya manusia yang harus bebas Covid-19, barang ekspor juga harus memenuhi protokol kesehatan. Tetapi di 2021 sudah kembali meningkat, meskipun hanya sekitar 10 persen,” urainya.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00